KCIC Selidiki Penyebab 'Hujan' Besi Bekisting di Bandung Barat 

- Minggu, 14 November 2021 | 10:52 WIB
Perusahaan Kereta Cepat Indonesia-Cina (PT KCIC) bakal menelusuri penyebab puluhan besi bekisting proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) jatuh di kawasan komplek Lembah Teratai, RT 4 RW 12, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Selasa 9 November 2021 lalu.
Perusahaan Kereta Cepat Indonesia-Cina (PT KCIC) bakal menelusuri penyebab puluhan besi bekisting proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) jatuh di kawasan komplek Lembah Teratai, RT 4 RW 12, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Selasa 9 November 2021 lalu.

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Perusahaan Kereta Cepat Indonesia-Cina (PT KCIC) bakal menelusuri penyebab puluhan besi bekisting proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) jatuh di kawasan komplek Lembah Teratai, RT 4 RW 12, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Selasa 9 November 2021 lalu. 

GM Corporate Secretary PT KCIC, Mirza Soraya mengatakan belum mendapatkan bukti adanya pelanggaran prosedur dalam kejadian tersebut. Saat ini, pihaknya masih melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui kronologi dan penyebab kejadian secara detail. 

“Penyebabnya masih belum bisa Kami sebutkan karena saat ini kontraktor masih melakukan investigasi mendalam apakah ada pelanggaran prosedur atau tidak,” kata Mirza Soraya kepada Ayobandung.com, Sabtu 13 November 2021.

Hujan besi bekisting untuk proyek KCJB itu dipastikan tidak memakan korban karena tidak terjadi di area hunian warga, melainkan di area konstruksi yang tertutup untuk umum. 

“Betul ada besi bekisting yang jatuh di Ngamprah namun besi tersebut jatuh di area konstruksi yang tertutup sehingga tidak ada warga yang terluka,” jelas Mirza

Mirza menyebut, saat ini, besi bekisting tersebut sudah ditangani langsung oleh pihak kontraktor dan area sudah dibersihkan sehingga pekerjaan konstruksi bisa kembali berjalan normal. 

“Sekarang besi-besi tersebut sudah dibersihkan oleh pihak kontraktor jadi pekerjaan konstruksi sudah normal kembali,” paparnya.

Mirza pun menambahkan bahwa apapun penyebab jatuhnya besi bekisting tersebut, pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap proses pengerjaan konstruksi di semua area agar kejadian serupa tidak terulang. 

“Apapun penyebabnya, tentu ini jadi pelajaran bagi Kami dan kedepannya pengawasan terhadap pekerjaan proyek akan ditingkatkan supaya tidak ada lagi kejadian seperti ini,” tambahnya.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X