39 Titik di Jalur Kereta Daop 2 Bandung Rawan Bencana, Ini Lokasinya

- Rabu, 10 November 2021 | 13:32 WIB
Titik rawan bencana di Daop 2 Bandung. Ilustrasi. (Ayobandung.com/Robby Fathan/Magang)
Titik rawan bencana di Daop 2 Bandung. Ilustrasi. (Ayobandung.com/Robby Fathan/Magang)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Sedikitnya ada 39 titik di wilayah PT KAI Daop 2 Bandung yang rawan longsor, banjir, dan tanah ambles. Jumlah titik ini dilaporkan menurun dibandingkan dengan 2020.

Manager Humasda Daop 2 Bandung Kuswardoyo, mengatakan, pada 2020 tercatat ada 44 titik rawan di jalur KA. Titik-titik tersebut rawan longsor, ambles dan banjir yang disebabkan oleh kondisi alam serta ada beberapa titik lokasi yang perlu diperhatikan terkait dengan keamanan lingkungan.

Kuswardoyo menegaskan, tahun ini, sejumlah perbaikan terus dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan keselamatan perjalanan KA. Termasuk, mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan yang timbul disebabkan kondisi alam yang cukup ekstrim di wilayah Daop 2 Bandung terutama di musim penghujan seperti saat ini.

Baca Juga: Waspada Banjir, Tanggul 8 Sungai di Kota Bandung Jebol

"Setelah melakukan berbagai upaya perbaikan, jumlah titik rawan di wilayah Daop 2 saat ini berkurang menjadi 39 titik rawan," ujar Kuswardoyo, Rabu, 10 November 2021.

Kuswardoyo mencontohkan, di petak Cipatat-Tagog Apu tepatnya di km 126 rawan longsor. Lalu, Padalarang-Cimahi Km 142 rawan longsor. "Pada 2020, lokasi tersebut sudah bisa diantisipasi dengan sejumlah perbaikan prasarana," katanya.

Untuk daerah yang rawan, menurut Kuswardoyo, contohnya Purwakarta-Ciganea di km 106-108 rawan longsor dan ambles, Sasaksaat-Cilame di km 147-149 rawan ambles, Padalarang-Cimahi di km 144-145 rawan longsor dan pohon tumbang, Cimekar-Rancaekek di km 171-172 rawan banjir, Banjar-Karangpucung di km 301 rawan longsor, Bojong-Karangpucung dan di km 303 rawan longsor batu.

Menurutnya, sejumlah perbaikan telah dilakukan. Meliputi perbaikan prasarana seperti pembersihan drainase, pembuatan pancangan paku alam dan beton talud penahan tanah, pembuatan pemecah aliran sungai dan lain sebagainya.

"Kehandalan sarana juga menjadi salah satu faktor penentu keselamatan perjalanan kereta api. Oleh karena itu, Daop 2 selalu konsisten dalam melakukan perawatan dan perbaikan setiap komponen sarana guna meminimalisir adanya gangguan selama perjalanan kereta api," kata Kuswardoyo.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Kondisi Terkini 6 Pasien Omicron Kota Bandung

Kamis, 20 Januari 2022 | 07:00 WIB

Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini 20 Januari 2022

Kamis, 20 Januari 2022 | 05:00 WIB

Kasus Covid Bandung Hari Ini Melonjak

Rabu, 19 Januari 2022 | 13:51 WIB

Antisipasi Omicron, ASN Bandung WFH Lagi?

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:07 WIB
X