Kisah Makam di Gang Sempit Tamansari Bandung, Permakaman Jadi Permukiman

- Jumat, 5 November 2021 | 13:43 WIB
Makam di tengah gang sempit di Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Makam di tengah gang sempit di Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
 
BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Ada pemandangan unik di sebuah gang sempit di Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan. Sebuah makam terlihat terletak di sisi jalan gang, tepat di samping sebuah rumah.
 
Saat Ayobandung.com berkunjung ke lokasi tersebut pada Jumat, 5 November 2021, sebagian badan makam menempel di bawah pondasi rumah warga. Karena makan berada di gang sempit, warga yang melintas baik menggunakan motor maupun berjalan kaki harus bergiliran ketika hendak melewatnya.
 
Menurut tokoh masyarakat setempat, Aceng Sutisna (65), makam yang hanya tertulis keterangan nama "Iboe Idjah" ini sudah ada sejak dia masih kecil, bahkan sebelum ia lahir. Aceng yang merupakan asli penduduk setempat menyebutkan dulunya area pemukiman di daerah itu adalah permakaman.
 

"Dari bapak lahir, makam ini sudah ada tahun 57. Memang dulunya kawasan ini pemakaman karena selain ini ada juga di sebelah sana (menunjuk beberapa belas meter) ada pemakaman juga. Dulunya makam ini itu hanya batu saja, sekarang di tembok dan diberi nama Iboe Idjah," ujar Aceng pada Jumat, 5 November 2021.

Aceng mengatakan, kawasan Linggawastu dulunya disebut Neglasari, daerah tegalan dengan pepohonan yang rimbun dan alang-alang yang tinggi menjulang. Namun pada satu waktu terjadi wabah penyakit sehingga area ini dijadikan permakaman umum dan tidak diketahui keluarganya.

"Menurut cerita orang tua kenapa jadi permakaman entah tahun berapa ada suatu musibah, sekarang kan corona dulu itu pes, tipes sama kolera yang dikubur di sini entah orang mana, karena di sini kosong jadi dikuburnya di sini," ucap Aceng.
 
 
Menurutnya, rumah-rumah yang kini berdiri di kawasan ini adalah bekas makam yang tidak diketahui keluarganya. Sehingga, meski banyak makam yang telah dibongkar tak pernah ada yang menanyakan kembali.
 
Tak jauh dari makam Iboe Idjah, ada 3 makam lain yang ditutup benteng dan memiliki pintu yang di kunci. Menurut Aceng, 3 makam ini juga beridiri sudah sejak lama. Ketika ditanya lebih lanjut, ia hanya meyebutkan siapa yang mengetahui sejarah makam tersebut.
 
"Dulu ada Agus Tijo yang suka bersihin, sekarang sudah pindah jadi Marbot di Cipaganti. Dia lebih tau sejarahnya. Perkiraan saya mah makam Iboe Idjah ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu," lanjut Aceng.
 
 
Ia mengatakan, walau berada di jalanan gang, anggota keluarga dari almarhumah beberapa kali melakukan ziarah kubur atau nadran jelang hari Raya Idulfitri atau Ramadan.
 
"Katanya makam ini dengan makam yang dekat sini masih satu jalur (keluarga)," ujar Aceng.
 

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X