Harga Minyak Goreng Meroket, Pedagang di Bandung Meradang

- Jumat, 5 November 2021 | 10:41 WIB
Osin (42), pedagang di Leuwipanjang yang mengeluhkan harga minyak goreng yang meroket, Jumat, 5 November 2021. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Osin (42), pedagang di Leuwipanjang yang mengeluhkan harga minyak goreng yang meroket, Jumat, 5 November 2021. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
 
BOJONGLOA KALER, AYOBANDUNG.COM -- Harga minyak goreng meroket di Bandung untuk jenis curah mencapai Rp18.000 per liter. Padahal harga eceran tertinggi (HET) yang telah diatur oleh Kementerian Perdagangan sebesar Rp12.500.
 
Sejumlah pedagang yang setiap harinya mengandalkan minyak untuk berjualan pun ikut terdampak.
 
Seperti Osin (42), pedagang oleh-oleh di Leuwipanjang, yang mengaku merasa berat karena sehari-hari mengandalkan minyak goreng sebagai bahan utama penjualannya.
 
 
“Kenaikan minyak kali ini dampaknya berat. Saya kalau beli minyak goreng di pasar sekarang bisa mencapai Rp18.000 per liter, sebelumnya saya beli Rp13.000 per liter,” ucap Osin di toko miliknya Suka Sari Snack, Kamis, 4 November 2021.
 
Guna mengimbangi modal yang dikeluarkan, Osin juga ikut menaikkan harga dagangannya.
 
“Ya naik minyak goreng, gorengan tempe pun kami naikkan Rp5.000. Harga gorengan tempe yang tadinya Rp40.000 per kg jadi Rp45.000 ribu per kg,” ungkap Osin.
 
Kenaikan minyak, kata Osin, sudah ia alami sejak tiga bulan lalu. “Pengennya normal kembali (harga minyak), pengennya kayak dulu aja Rp12.000 per liter,” harapnya.
 
Mengakali agar tidak merugi, Osin mengandalkan beli minyak goreng saat harga promo di minimarket.
 
"Namun harganya harus yang per dua liter, harganya hampir Rp34.000. Oleh karena itu daripada operasi (jualan) tidak berjalan, ya oleh kita diakali,” sebut Osin.

Kemudian Osin menyatakan, dalam berdagang, ia membutuhkan minyak goreng 50 liter per hari. Hal itulah yang menyebabkan kenaikan minyak goreng curah merugikan pedagang oleh-oleh di Leuwipanjang.

“Kami menggoreng per harinya bisa (menggunakan minyak) sampai 50 liter. Makanya kebayang ongkos produksi per harinya berapa,” bebernya. 

Baca Juga: Kirmir Sungai Cibereum Sarijadi Ambruk, Satu Rumah Hampir Terbawa Arus

Penjelasan Disdagin Kota Bandung

Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung mencatat harga minyak Bandung per kilogram mencapai Rp18.000. Harga ini jauh dari HET sebesar Rp12.500

Kepala Disdagin Kota Bandung Elly Wasliah mengatakan, kenaikan harga minyak goreng mengikuti harga minyak mentah dunia. Saat ini, kondisi harga minyak dunia mengalami kenaikan di seluruh dunia dan berdampak kepada Indonesia.

"Jadi kalau CPO naik, (harga) minyak goreng naik sekarang HET minyak goreng Rp12.500. Sekarang sudah melonjak untuk harga curah aja di Rp18.000 kemasan di satu liter," ujarnya, Selasa, 2 November 2021.

Ia melanjutkan, para petugas Disdagin memperbaharui data harga komoditas pangan tiap Kamis. "Seminggu sekali monitoring di tujuh pasar tradisional dan swalayan," katanya.

Baca Juga: Potret Cantiknya Mural Hiasi Dinding Flyover Pasupati 

Elly mengaku sudah berkoordinasi dengan Bulog Bandung untuk membahas terkait operasi pasar.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Segini Tarif Tol Cisumdawu Setelah Gratis Dua Pekan

Selasa, 25 Januari 2022 | 13:44 WIB

Update Omicron Kota Bandung, 80 Kontak Erat Dites PCR

Senin, 24 Januari 2022 | 13:17 WIB

Kasus 6 Omicron Bandung Tersebar, Ini Update Terbaru

Senin, 24 Januari 2022 | 13:09 WIB
X