Kirmir Sungai Cibereum Sarijadi Ambruk, Satu Rumah Hampir Terbawa Arus

- Kamis, 4 November 2021 | 18:34 WIB
Salah satu kirmir (tanggul penahan bibir sungai) di Sungai Cibeureum, di Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung ambruk. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Salah satu kirmir (tanggul penahan bibir sungai) di Sungai Cibeureum, di Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung ambruk. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
 
SUKASARI, AYOBANDUNG.COM — Salah satu kirmir (tanggul penahan bibir sungai) di Sungai Cibeureum, di Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, ambruk.
 
Bahkan ambruknya kirmir tersebut berada di bawah salah satu rumah warga yang hampir ikut tergerus oleh aliran sungai Cibeureum.
 
Pantauan Ayobandung.com di lapangan, sejumlah petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung melakukan pemasangan karung yang berisi pasir.
 
Hal tersebut dilakukan untuk dijadikan tanggul sementara guna menahan rumah salah satu warga.
 
Pemilik rumah yang hampir ambruk, Sunarya (60) menjelaskan bahwa air sempat masuk ke dalam rumahnya.
 
Menurutnya, kirmir yang ada di bawah rumahnya ambruk karena di wilayah Parongpong, Bandung Barat, yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya, juga mengalami ambruk.
 
Alhasil, materialnya mengalir dan menimpa kirmir di bawah rumah Sunarya.
 
"Awalnya kejadiannya pada Selasa (2 November 2021) air sungai sempat masuk ke rumah. Namun ambruk kirmir ini karena yang di atas ada yang ambruk juga. Nah, material yang ambruk di luhur ngalir ke sini, terus menghantam yang ada di sini. Kemudian kirmir ini ikut ambruk," ujar Sunarya kepada Ayobandung.com saat ditemui di lokasi kejadian.
 
Dengan adanya kejadian tersebut, Sunarya mengaku tidak nyaman untuk tinggal di tempat tersebut. Apalagi, kata dia, ketika hujan datang dirinya selalu was-was apabila rumahnya ambruk.
 
"Tidak tenang sekarang. Tidur juga tidak pulas. Apalagi pas kejadian berlangsung, kami langsung mengungsi ke tempat yang lebih aman," jelasnya.
 
"Selain kirmir yang ambruk, ruang tamu juga hampir ambruk. Dan sekarang kondisinya sudah bolong. Tapi, alhamdulillah, DPU sudah memasang tanggul," tambahnya.
 
Sementara itu, Kasubag PU UPT DAS DPU Kota Bandung Asep menuturkan, kerusakan kirmir tersebut karena tergerus aliran sungai.
 
Menurut Asep, bangunan tersebut seharusnya tidak berada di pinggir sungai.
 
"Informasi ke DPU jam 8 malam dari Bu Lurah. Kerusakannya kirmir yang ada di bawah bangunan ini tergerus aliran sungai," jelasnya.
 
"Kebanyakan kirmir dibuat bangunan, harusnya ada sepadan sungainya. Jadi kalau ambrol, ya langsung ke rumahnya," tambahnya.
 
Pihaknya menegaskan bahwa seharusnya daerah sepadan sungai tidak boleh untuk mendirikan bangunan. Menurutnya, harus ada batas minimal dalam mendirikan bangunan.
 
"Harusnya ada sepadan sungai, enggak boleh dijadikan bangunan, aturan itu jika sungai memiliki lebar 10 meter, sepadan sungainya kiri kanan lebarnya 5 meter," katanya.
 
 
Pihaknya pun menjelaskan, di wilayah Sarijadi terdapat enam titik wilayah yang mengalami bencana akibat hujan deras. Dituturkan Asep, di berbagai wilayah tersebut mengalami banjir dan bencana longsor di sungai.
 
"Yang paling parah itu di sini dan di Pondok Hijau. Namun untuk banjir itu kemarin ada di bawah di Griya Indah juga," katanya.
 
Selain itu, Asep dan pihaknya saat ini sedang memasang tanggul sementara dengan tinggi 1,5 meter. Itu dilakukan guna menjaga aliran sungai sungai yang lebih besar lagi.
 
"Kita saat ini lagi melakukan penanganan darurat. Kaya memasangkan karung yang berisi pasir. Ya ini kan sifatnya tanggul sementara," pungkas Asep. [*]
 

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kota Bandung Raih Juara Umum MTQ Jabar 2022

Minggu, 26 Juni 2022 | 13:15 WIB
X