Kemenkes: Ada 22 Mutasi Varian Delta Covid-19 di Indonesia

- Kamis, 4 November 2021 | 16:01 WIB
Total mutasi varian Delta Covid-19 sudah terdeteksi sebanyak 75 mutasi secara global. Di Indonesia, hari ini sudah ada 22 mutasi dari varian Delta Covid-19. ( Dok BNPB)
Total mutasi varian Delta Covid-19 sudah terdeteksi sebanyak 75 mutasi secara global. Di Indonesia, hari ini sudah ada 22 mutasi dari varian Delta Covid-19. ( Dok BNPB)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Total mutasi Varian Delta Covid-19 sudah terdeteksi sebanyak 75 mutasi secara global. Di Indonesia, hari ini sudah ada 22 mutasi Varian Delta Covid-19.

Data Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemenkes per 16 Oktober 2021, tercatat sudah ada 4.025 varian delta, 68 varian alpha, dan 22 varian beta yang terdeteksi di Indonesia.

Hasil ini didapat dari pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) terhadap 7.853 spesimen yang diperiksa di 909 laboratorium di seluruh Indonesia.

Baca Juga: 30 Daftar Harga HP Murah RAM Besar Mulai 1 Jutaan Terbaru 2021, Terjangkau tapi Spek Dewa!

"Varian Delta ini sampai saat ini sudah ada 75 kurang lebih variasinya di dunia, di Indonesia sendiri saat ini sudah ada 22 variasi," kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi dalam diskusi FMB9-KPCPEN, Kamis (4/11/2021).

Nadia menjelaskan, mutasi varian Delta Covid-19 memiliki level penularan virus yang lebih cepat. Karenanya, hal ini menjadi salah satu pertimbangan pemerintah mengurangi masa karantina internasional menjadi tiga hari bagi pelaku perjalanan yang sudah divaksin lengkap.

24 daftarBaca Juga: 24 Daftar HP Samsung Terbaru 2021 Murah Mulai 1 Jutaan, Cek Spesifikasi dan Harga!

"Mereka kan maksimal 3 hari sebelumya sudah harus PCR. berarti sudah ada 3 hari untuk kita bisa mendeteksi. kemudian, 3 hari melakukan karantina. jadi, kurang lebih 5-6 hari," ungkap Nadia.

Agar penularan bisa dicegah, Nadia menyampaikan, aturan karantina kesehatan di pintu masuk negara sudah sesuai dengan pertimbangan kesehatan masyarakat.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X