Apa Kabar Sanksi Bagi Oknum ASN KBB yang Berbisnis Vaksinasi Jalur Cepat?

- Kamis, 4 November 2021 | 14:33 WIB
ilustrasi bisnis gelap vaksinasi jalur cepat di Bandung Barat; Masyarakat mendesak aparat kepolisian mengungkap tuntas dugaan kasus bisnis gelap vaksinasi jalur cepat di Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Ayobandung.com/Kavin Faza)
ilustrasi bisnis gelap vaksinasi jalur cepat di Bandung Barat; Masyarakat mendesak aparat kepolisian mengungkap tuntas dugaan kasus bisnis gelap vaksinasi jalur cepat di Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

 

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Sanksi bagi oknum ASN Bandung Barat yang terlibat kasus dugaan bisnis vaksinasi jalur cepat belum diputuskan. Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) masih menunggu hasil investigasi dan rekomendasi dari Inspektorat.

Diketahui, bisnis gelap vaksinasi jalur cepat terjadi saat program vaksinasi massal di Objek Wisata Dusun Bambu, Cisarua, KBB, Kamis 30 September 2021 lalu. Dalam kegiatan itu, puluhan masyarakat dipungut bayaran nominal fantastis, mulai dari Rp500.000 sampai Rp600.000.

Biaya itu diminta untuk mempercepat antrean vaksinasi via jalur bypass dan menjamin peserta berbayar mendapat dosis vaksin. Total warga yang membayar vaksin jalur cepat ini antar 20-30 orang.

Baca Juga: Kakek di Bandung Barat Tewas Mengenaskan di Rumah Kontrakan yang Terbakar

Menurut keterangan Dinkes KBB, peristiwa itu diduga didalangi oknum pegawai Dinas Kesehatan berinisial D dan pihak swasta (M).

M disebut sempat memberikan uang tip kepada D yang saat itu jadi petugas pengawas vaksin di lokasi tersebut, sehingga oknum pegawai itu langsung dipanggil Inspektorat dan polisi untuk dimintai keterangan.

"Kami masih menunggu laporan hasil pemeriksaan (LHP), jadi kita itu posisinya dalam rangka menindaklanjuti dari hasil pemeriksaan," ujar Kepala BKPSDM KBB, Asep Ilyas saat ditemui di Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Kamis 4 November 2021.

Baca Juga: Dikepung Banjir dan Longsor, Bandung Barat dan Cimahi Tetapkan Siaga Darurat Bencana

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tenaga Honorer Dihapus 2023, TKK Bandung Barat Cemas

Senin, 24 Januari 2022 | 17:47 WIB

Harga Cabai Rawit Bandung Barat Perlahan Turun

Minggu, 23 Januari 2022 | 16:45 WIB
X