Sungai di Cijerah Meluap Rendam Belasan Rumah Warga, Diduga Terbendung Proyek Pemerintah

- Rabu, 3 November 2021 | 20:45 WIB
Hujan deras yang mengguyur Bandung membuat air Sungai Cikendal di Cijerah meluap dan mengakibatkan kerugian untuk warga. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Hujan deras yang mengguyur Bandung membuat air Sungai Cikendal di Cijerah meluap dan mengakibatkan kerugian untuk warga. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
 
 
BANDUNG KULON, AYOBANDUNG.COM — Hujan deras yang mengguyur Bandung membuat air Sungai Cikendal di Cijerah meluap dan mengakibatkan kerugian untuk warga.
 
Akibatnya, belasan rumah warga terendam air hingga rusak di Jalan Mekar Bungah RT: 08, RW: 08, Kelurahan Cijerah, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung pada Selasa, 2 November 2021 malam. 
 
Saat Ayobandung.com memantau langsung lokasi kejadian pada Rabu, 3 November 2021, pukul 15.00 WIB, sejumlah warga gotong royong membersihkan sisa lumpur dan mencari barang-barang serta dokumen berharga di rumah masing-masing. 
 
Banjir bukan hanya merendam rumah, sebuah mobil dan beberapa motor pun ikut hanyut akibat tingginya luapan air. 
 
Lurah Cijerah, Elsa, membenarkan adanya banjir karena luapan air Sungai Cikendal setelah diguyur hujan deras. 
 
"Iya itu air bah tumpah, dari Sungai Cikendal," terang Elsa pada Rabu, 3 November 2021.
 
Elsa menjelaskan, meluapnya air sungai disebabkan oleh air tersendat crane pengangkut sampah yang berada di aliran Sungai Cikendal
 
"Memang di situ ada crane yang sudah tidak berfungsi sudah berpuluh-puluh tahun. Memang tadinya bukan milik Kota Bandung tapi antara Cimahi dan provinsi (Jawa Barat) itu dananya dulu dari Unicef," kata Elsa. 
 
"Jadi tidak ada yang bertanggungjawab harus dibagaimanakan itu, karena untuk apa menggantung ke tengah-tengah, antara sungai dan mau ke bantarannya itu, jadi menggantung tidak di atas," imbuhnya. 
 
 
Karena banjir itu, Elsa menjelaskan, lima rumah yang ada di bantaran sungai mengalami rusak berat. 
 
"Salah juga rumah-rumah itu ada yang berdiri di bantaran sungai. Ada yang terjebak mobil dan enam motor itu tadinya mungkin mereka (pemilik) santai aja karena tidak pernah banjir ke situ mungkin," katanya. 
 
"Tapi karena arus air itu besarnya dengan secara tiba-tiba mungkin sampah dan air itu masuk ke rumah-rumah yang ada di situ, sehingga jebol juga airnya ke rumah yang tadinya tidak terlalu dekat dengan sungai," sambung Elsa. 
 
Hujan deras yang mengguyur Bandung membuat air Sungai Cikendal di Cijerah meluap dan mengakibatkan kerugian untuk warga. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
 
Kemudian di lokasi kejadian, Deni selaku warga, sekaligus pemilik mobil yang terendam, mengaku kaget dengan kejadian banjir tersebut. 
 
"Sebenarnya saya kemarin tidak di rumah, istri di rumah. Terus istri nelepon jam 17.00 WIB, cuman jam 17.30 WIB istri minta naikin mobil takutnya air naik, tapi kan gak keburu saya di Ciwastra sampai sini (tempat kejadian) air sudah se-atas genteng," ucap Deni. 
 
Dikatakan Deni, banjir kali ini merupakan kejadian terparah.
 
"Biasanya tidak begini, paling segini (banjir setinggi betis orang dewasa). Tiap tahun tidak ada banjir kayak gini," sebut Deni. 
 
Hujan deras yang mengguyur Bandung membuat air Sungai Cikendal di Cijerah meluap dan mengakibatkan kerugian untuk warga. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
 
Senada dengan Lurah, Deni pula mengatakan banjir diakibatkan oleh crane pengangkut sampah. 
 
"Ini air sungai kehambat juga, jadi tekanan airnya tidak terlalu mulus," bebernya. 
 
Deni menerangkan, jika dirinya pernah komplain kepada kelurahan dan kecamatan setempat, tetapi tidak ada solusi. 
 
"Ini (crane) awalnya buat pengelolaan sampah dari provinsi, cuma sudah beberapa tahun dari awal sampai sekarang tapi tidak ada produksi," papar Deni. 
 
Akibat peristiwa ini, Deni menderita kerugian sampai ratusan juta. 
 
"Iya saya pribadi sekitar Rp300 juta, karena yang paling parah barang, gudang celana, kaos, jaket jeans itu sekitar 200-an (barang). Tapi belum dibongkar," sebutnya. 
 
Hingga sore tadi, kata Deni, pihak pemerintah belum melakukan penanganan dan kejelasan untuk nasib para warga yang rumahnya rusak diterjang banjir
 
"Sampai sekarang belum kelihatan (bantuan pemerintah). Yang narik-narik juga malah teman adik saya dari masjid, tadi ada sebentar tim kayak sampah (Gober). Saya inginnya ada reaksi sih (penanganan pemerintah)," harapnya. [*]
 

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

200 Anak Spesial di Bandung Dapat Kado Lebaran

Jumat, 13 Mei 2022 | 16:45 WIB
X