Pembukaan Taman di Kota Bandung Masih Menyisakan Masalah

- Jumat, 29 Oktober 2021 | 08:15 WIB
Taman Alun-Alun Kota Bandung. Masih ada sejumlah masalah dalam pembukaan taman di Kota Bandung, seperti pengggunaan aplikasi PeduliLindungi dan kapasitas pengunjung. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Taman Alun-Alun Kota Bandung. Masih ada sejumlah masalah dalam pembukaan taman di Kota Bandung, seperti pengggunaan aplikasi PeduliLindungi dan kapasitas pengunjung. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

Masih ada sejumlah masalah dalam pembukaan taman di Kota Bandung, seperti pengggunaan aplikasi PeduliLindungi dan kapasitas pengunjung yang membludak.


LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Kota Bandung Nomor 103 Tahun 2021, Pemerintah Kota Bandung telah mengizinkan masyarakat untuk berwisata di taman kota.

Namun sejumlah persyaratan diberlakukan seperti wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi, kapasitas pengunjung maksimal 25 persen, pengunjung paling lama di taman dua jam, dan waktu operasional mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Kasi Pengembangan Pertamanan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung, Dwi Priyono mengaku, pihaknya kewalahan dalam memantau pengunjung yang berwisata ke taman kota.

“Betul (kewalahan), ketika kita kemarin uji coba, kita hitung juga pas masuk 20 persen. Kalau yang Alun-Alun (Bandung) betul alhamdulillah masih bisa dipantau karena pintu masuk cuma satu. Tapi ketika kita coba di Taman Cibeunying Park, Taman Maluku, Taman Musik emang rada kewalahan juga, terus terang saja,” ungkap Dwi di Balai Kota Bandung, Kamis (28/10).

Dwi menyebut membludaknya pengunjung di taman terjadi pada jam waktu istirahat.

“Nah, pas asar, itu yang agak lama. Setelah salat asar itu kami lihat (pengunjung) betah, tapi untung ada hujan, jadi bubar lagi,” ucap Dwi.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Kembali Meningkat di Kota Bandung, Dinas Kesehatan Beberkan Penyebabnya

Namun demikian, Dwi mengklaim bahwa petugas yang berjaga di lapangan akan menegur dan mengingatkan agar tidak berkerumun dan tertib protokol kesehatan.

“Tapi tetap yang penting ketika mereka berkumpul bergerombol kita ingatkan saja. Betul, menangani dan menghitung memang kami hanya mengandalkan beberapa rekan petugas di lapangan yang penting tidak bergerombol saja dan membatasinya dengan taman yang pintu masuknya satu,” terangnya.

Kemudia,n untuk taman yang tidak mempunyai pagar pembatas, Dwi menyebut masih kewalahan dalam membatasi jumlah pengunjung.

“Kita akan kaji lagi penanganan pembatasan jumlah pengunjung ini,” pungkasnya. [*]

Baca Juga: Sekolah Ditutup di Kota Bandung Terus Bertambah, Pemkot Gencarkan Surveilans

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X