Terdampak Blasting KCIC hingga Retak-retak, Rumah di KBB Kini Disatroni Ular

- Kamis, 28 Oktober 2021 | 15:40 WIB
Sejumlah rumah retak yang terdampak blasting PT KCIC diteror ular berbisa. Tercatat 2 ekor ular kobra memasuki rumah warga. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Sejumlah rumah retak yang terdampak blasting PT KCIC diteror ular berbisa. Tercatat 2 ekor ular kobra memasuki rumah warga. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Sejumlah rumah retak yang terdampak blasting PT KCIC di Kompleks Tipar Silih Asih, RW 13, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diteror ular berbisa.

Sejak sepekan terakhir, tercatat 2 ekor ular kobra memasuki rumah warga melalui celah retakan akibat pengeboman terowongan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Akibat kejadian itu warga mengaku makin resah. Pasalnya bukan saja khawatir bencana, atau rumah sulit dijual, tapi kini mereka juga harus berhadapan dengan bahaya gigitan ular.

Baca Juga: 23 Daftar HP Murah RAM Besar 1 Jutaan Terbaik 2021

"Sejauh ini ada 2 ekor ular kobra yang masuk ke rumah warga. Ada yang panjangnya hampir 2 meter Untuk kebutuhan ketahuan," kata Ketua RT 04/13, Desa Laksanamekar, Padalarang, Heru Agam saat dihubungi, Kamis 28 Oktober 2021.

Ular-ular tersebut, terang Heru, masuk melalui dinding yang sudah terbelah sebelumnya dikarenakan dampak dari aktivitas blasting atau peledakan untuk menembus Gunung Bohong sebagai trase Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).

"Ular itu masuk ke rumah di sebelah saya yang memang posisi retakannya cukup besar. Sekarang udah ditutup sama GRC. Satu lagi di depan rumah saya," ungkap Heru.

Dikatakan Heru, kemunculan ular saat musim penghujan ini tentunya menambah was-was warga Kompleks Tipar Silih Asih yang sebelumnya sudah dibuat cemas dengan kondisi tempat tinggal yang mereka tinggali.

Kondisi itu dialami warga sejak adanya aktivitas blasting pembuatan terowongan atau tunnel 11 d Gunung Bohong hingga membuat rumah-rumah warga mengalami kerusakan seperti retakan pada dinding dan lantai.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X