Retribusi Parkir Bandung Barat Merosot Tajam Selama Pandemi Covid-19

- Kamis, 28 Oktober 2021 | 15:36 WIB
[Ilustrasi Juru Parkir] Pemasukan kas daerah Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari sektor parkir merosot tajam selama Pandemik Covid-19.  (Humas Pemkot Bandung)
[Ilustrasi Juru Parkir] Pemasukan kas daerah Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari sektor parkir merosot tajam selama Pandemik Covid-19. (Humas Pemkot Bandung)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM — Pemasukan kas daerah Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari sektor parkir merosot tajam selama Pandemi Covid-19.

Daerah penyumbang retribusi parkir paling besar adalah kawasan Lembang terutama dari parkir di tempat wisata.

Kawasan ini jadi zona inti penyumbang parkir, dibanding Parongpong, Batujajar, Padalarang, Cikalongwetan, dan Cililin.

Meski begitu, selama setahun terakhir Lembang menjadi lesu. Hal itu disebabkan menurunnya aktivitas masyarakat akibat dilanda wabah Corona.

"Di tahun ini selama pandemi dari target retribusi parkir Rp594.836.350, hingga 30 September, baru tercapai 35,7 persen," kata Kepala Bidang Teknik dan Prasarana, Dishub KBB, Vega Prihambodo, Kamis 28 Oktober 2021. 

Untuk menggenjot pemasukan retribusi parkir, Dishub melakukan berbagai cara salah satunya menerapkan sistem digitalisasi parkir di beberapa titik kantung parkir.

Prioritasnya adalah beberapa tempat parkir yang berada di objek wisata di kawasan Lembang sebagai awal percontohan. 

Vega mengatakan, sistem digitalisasi parkir atau parkir digital sebagai inovasi yang dikembangkan untuk mengoptimalkan potensi perparkiran. Sebab sejauh ini potensinya belum tergali secara maksimal dari wilayah utara hingga selatan. 

"Digitalisasi parkir ini sebagai upaya Dishub mengoptimalkan potensi parkir baik dari segi target atau pelayanan. Lembang jadi pilihan karena memang potensinya besar, khususnya dari tempat wisata," tuturnya. 

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X