4 Tempat Hiburan Malam dan Restoran Disegel di Kota Bandung, Abai Prokes dan Jam Operasional

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 14:28 WIB
[Ilustrasi tempat hiburan malam] Sebanyak 4 tempat hiburan malam dan restoran di Kota Bandung mengalami penyegelan saat razia protokol kesehatan pada 26 Oktober 2021. (Pixabay/Free-Photos)
[Ilustrasi tempat hiburan malam] Sebanyak 4 tempat hiburan malam dan restoran di Kota Bandung mengalami penyegelan saat razia protokol kesehatan pada 26 Oktober 2021. (Pixabay/Free-Photos)
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Sebanyak 4 tempat hiburan malam dan restoran di Kota Bandung mengalami penyegelan.
 
Penyegelan terjadi saat tim gabungan Satpol PP dan anggota TNI Kodim 0618 melakukan razia protokol kesehatan pada Selasa, 26 Oktober 2021 kemarin.
 
 
Dalam Peraturan Wali (Perwal) Kota Bandung nomor 103 tentang penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 dituliskan bahwa kegiatan hiburan malam diperbolehkan beroperasi sejak pukul 16.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.
 
Sementara itu, 4 tempat hiburan malam dan restoran tersebut telah melanggar jam operasional hingga melebihi pukul 21.00 WIB.
 
Selain itu, keempat tempat tersebut juga tidak menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).
 
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, bahwa pelonggaran saat ini jangan sampai dimanfaatkan dengan sesuatu yang kontra produktif.
 
"Ya itu kan salah sendiri. Makanya aturannya sekarang adalah sampai pukul 21.00 WIB. Kita berikan kelonggaran ini, jangan dimanfaatkan dengan hal-hal yang kontra produktif. Wayahna lah semua menyesuaikan," ujar Ema saat ditemui di Balai Kota Bandung pada Rabu, 27 Oktober 2021.
 
Pihaknya mengaku mengapresiasi kepada para pihak yang telah melakukan penyegelan. Dengan itu, semuanya pelaku usaha bisa konsisten dengan regulasi.
 
"Saya apresiasi kepada yang menyegel, artinya kita konsisten dengan regulasi. Makanya saya mengimbau kepada siapapun juga, termasuk pelaku usaha hiburan untuk menyesuaikan dengan regulasi. Jangan selalu mencari ruang-ruang yang akhirnya merugikan," tegas Ema.
 
Menurutnya, semua relaksasi bagi hiburan malam akan dilakukan secara bertahap. Karena, saat ini Pemkot Bandung selalu berkomitmen dalam aspek kehati-hatian kendali yang harus kuat.
 
"Tapi karena kita komitmen pemimpin kita aspek kehati-hatian kendali harus kuat, maka pilihannya adalah jika di atas seribu kita baru mengizinkan 500 orang. Tidak berbicara pada presentase kapasitas," tambahnya.
 
"Nah, kan hiburan pun kan kita baru lepas 30 persen, jam operasionalnya sampai 21.00 WIB. Kalau kendalinya sudah lebih bagus, kan bisa saja regulasi itu berubah. Misalnya jam operasionalnya sampai pukul 24.00 WIB, jumlah pengunjungnya bisa 50 persen, kan akan begitu. Kalau sudah normal banget, balik lah kepada Perda, Perda hiburan boleh kan sampai pukul 3 subuh, di Perda kita setahu saya," jelasnya.
 
 
Kepala Seksi Penyidikan dan Penyelidikan Satpol PP Kota Bandung, Mujahid Syuhada, pun membenarkan bahwa telah melakukan penyegelan terhadap 4 tempat hiburan malam dan restoran di Kota Bandung.
 
"Disegel 4, ada restoran dan tempat hiburan. Selain jam operasional, penerapan prokesnya masih lalai," ujar Mujahid saat dihubungi pada Rabu, 27 Oktober 2021. 
 
Mujahid menjelaskan razia tersebut dilakukan untuk mengingatkan masyarakat bahwa pandemi Covid-19 masih ada. Dengan itu, kata dia, bagi masyarakat harus tetap menjalankan prokes meski Kota Bandung masuk PPKM level 2.
 
"Arahnya ke prokes mengingatkan kembali jangan sampai euforia membuat kembali gelombang ketiga, itu diantisipasi," jelasnya. 
 
Selain itu, pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap 4 tempat hiburan malam dan restoran tersebut.
 
"Segel (selesai) tergantung pemeriksaan, ada faktor yang memberatkan dan meringankan, kita lihat hasil pemeriksaan. Ada denda mengacu ke perwal Rp 500 ribu," katanya. 
 
Pihaknya juga melakukan peneguran terhadap pelaku usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik seperti kapasitas pengunjung yang melebihi aturan, tidak terdapat jaga jarak. 
 
"Sekarang restoran jam 21.00 WIB, harus scan barcode, kedua dicek di lapangan tidak menerapkan prokes secara benar, suhu tubuh disimpan di dalam, jaga jarak tidak ada sama sekali," pungkasnya. [*]
 

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Resmi! Kota Bandung Larang Perayaan Tahun Baru

Jumat, 3 Desember 2021 | 16:52 WIB

Angka Pengangguran Kota Bandung Bertambah 3%

Jumat, 3 Desember 2021 | 10:50 WIB

Lokasi Ganjil Genap Bandung Ditambah, Catat Titiknya!

Kamis, 2 Desember 2021 | 13:02 WIB

Pedagang Kaki Lima: Dapat Durian Runtuh di Demo Buruh

Kamis, 2 Desember 2021 | 09:57 WIB
X