Sekolah Ditutup di Kota Bandung Terus Bertambah, Pemkot Gencarkan Surveilans

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 13:46 WIB
Sekolah ditutup sementara di Kota Bandung terus bertambah. Saat ini sudah 22 sekolah yang diberhentikan dari proses belajar tatap muka. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Sekolah ditutup sementara di Kota Bandung terus bertambah. Saat ini sudah 22 sekolah yang diberhentikan dari proses belajar tatap muka. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Sekolah ditutup sementara di Kota Bandung terus bertambah.
 
Sebanyak 22 sekolah diberhentikan dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) akibat melonjaknya kasus terkonfirmasi Covid-19 akibat PTMT
 
Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung Ema Sumarna menegaskan, Pemkot Bandung sangat berkomitmen pada regulasi yang ada, sehingga ketika ada kasus di sekolah lebih dari lima persen, maka PTMT harus dihentikan dan beralih ke pembelajaran jarak jauh (PJJ).
 
"Saya per hari ini mendapatkan informasi ada 22 sekolah yang sudah berhentikan PTMT sementara. Kalau ini terus bertambah, ya itu bagian daripada konsekuensi. Dan kita tidak akan berhenti yang namanya surveilans," ujar Ema pada Rabu, 27 Oktober 2021.
 
Menurut Ema, Pemkot Bandung terus melakukan surveilans demi menjaga kesehatan peserta PTM. 
 
"Karena tetap harus kita kejar bagaimana keberadaan kesehatan dari tenaga pengajar dan terutama yang sangat kita sayangi anak-anak siswa didik ini," lanjut Ema. 
 
Selain itu, Ema akan terus memantau perkembangan dari hasil surveilans. Pasalnya, jika ada sekolah yang melewati batas 5 persen akan ditutup sekolahnya untuk PTMT
 
"Nanti kita lihat apakah PTMT ini berlaku Secara seluruh sekolah atau hanya di kelas, tetapi saya ada kecenderungan ke seluruh sekolahnya. Tidak bersifat parsial, hanya kelas ini saja misalnya yang PJJ. Tetapi kita akan melihat, bahwa kan 5 persen itu logikanya dari semua siswa yang ada di sekolah itu, bukan 5 persen dari dalam satu kelas otomatis berhentinya adalah sekolah," beber Ema. 
 
Selanjutnya, Ema akan terus melakukan pemantauan kepada peserta PTM yang terpapar, serta memastikan untuk mengetahui hasil proses penangan secara menyeluruh bekerja sama dengan dinas terkait. 
 
"Jadi dilacak, dikejar, dan sebagainya. Sampai nanti kita ingin tahu Kemarin kita sudah mintakan ke Bu Ahyani mengetahui tentang progres hasil penanganan itu seperti apa. Jadi kita jangan hanya sebatas tahu kasus bahwa dia terkena, tapi kita harus juga tau bagaimana dari hasil proses penanganan," lanjutnya. 
 
"Simpelnya, harus sampai tahu kepada hasil akhir, misalnya sudah kembali sembuh. Nah, kalau itu sudah kembali normal ya kita kembalikan lagi berjalan lagi PTMT-nya," lanjut Ema.
 
 
Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanegara mengatakan, dari target 212 sekolah yang akan dites acak PCR, Ahyani mengaku, saat ini pihaknya baru melakukan tes tersebut di 157 sekolah.
 
“Masih (bertambah hasil positif Covid-19) kan baru 157 dari 212 sekolah yang kita rancang,” bebernya.
 
Ahyani menjelaskan bahwa segenap data itu membuktikan penyebaran kasus Covid-19 masih terus terjadi.
 
“Maka semua harus berhati-hati tetap dengan protokol kesehatan. Sebetulnya buat kami itu merupakan warning bagi masyarakat jika penyebaran masih berlangsung,” pungkasnya. [*]
 

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Resmi! Kota Bandung Larang Perayaan Tahun Baru

Jumat, 3 Desember 2021 | 16:52 WIB

Angka Pengangguran Kota Bandung Bertambah 3%

Jumat, 3 Desember 2021 | 10:50 WIB

Lokasi Ganjil Genap Bandung Ditambah, Catat Titiknya!

Kamis, 2 Desember 2021 | 13:02 WIB

Pedagang Kaki Lima: Dapat Durian Runtuh di Demo Buruh

Kamis, 2 Desember 2021 | 09:57 WIB
X