Kasus Covid-19 Kembali Meningkat di Kota Bandung, Dinas Kesehatan Beberkan Penyebabnya

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 09:29 WIB
[Ilustrasi tes PCR untuk mengidentifikasi Covid-19] Kasus positif Covid-19 di Kota Bandung kembali meningkat. Hal itu terbukti dalam update Covid-19 di covid19.bandung.go.id. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
[Ilustrasi tes PCR untuk mengidentifikasi Covid-19] Kasus positif Covid-19 di Kota Bandung kembali meningkat. Hal itu terbukti dalam update Covid-19 di covid19.bandung.go.id. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM — Kasus positif Covid-19 di Kota Bandung kembali meningkat. Hal itu terbukti dalam update Covid-19 di covid19.bandung.go.id.
 
Meski hari ini mengalami penurunan sebanyak 5 kasus, namun tren kenaikan terjadi dalam 5 hari terakhir. 
 
Mengenai hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Ahyani Raksanagara menerangkan bahwa peningkatan kasus positif Covid-19 itu karena adanya survaillance aktif kepada siswa dan guru yang menggelar pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT).
 
 
“Kalau dari data lapangan kemarin kita nol malah, karena survaillance aja,” jelas Ahyani pada Rabu, 27 Oktober 2021.
 
Ahyani pun mengakui kasus harian di Kota Bandung stabil selama dua minggu ke belakang.
 
“Positivity rate kita se-Bandung (kota) itu itu masih di 0,26 persen, BOR (bad occupancy rate) kita tadi siang 5 persen jadi turun terus. Artinya situasi masih tetap terkendali seperti itu,” ucap Ahyani.
 
 
Menurut Ahyani, survaillance, aktif secara nasional dilakukan kepada tujuh provinsi di Indonesia guna melakukan evaluasi pada kegiatan PTMT.
 
“Salah satunya Jawa Barat. Di Jawa Barat ini ada dua yaitu Kota Bandung dan Kota Bogor, untuk melakukan pemeriksaan aktif di minimal 10 persen sekolah yang sudah buka (PTMT),” lanjutnya.
 
Dari sekitar lima ribu lebih sempel siswa dan guru yang sudah dites acak PCR, Ahyani menyebut hasil positif Covid-19 mencapai 3 persen.
 
 
“3 persen itu tersebar di beberapa sekolah dan yang di atas 5 persen itu (PTMT dihentikan) sebanyak 22 sekolah,” jelas Ahyani.
 
 
Ia pun mengatakan dari target 212 sekolah yang akan dites acak PCR, Ahyani mengaku saat ini pihaknya baru melakukan tes tersebut di 157 sekolah.
 
“Masih (bertambah hasil positif Covid-19) kan baru 157 dari 212 sekolah yang kita rancang,” bebernya.
 
Ahyani menjelaskan bahwa segenap data itu membuktikan penyebaran kasus Covid-19 masih terus terjadi.
 
“Maka semua harus berhati-hati tetap dengan protokol kesehatan. Sebetulnya buat kami itu merupakan warning bagi masyarakat jika penyebaran masih berlangsung,” pungkasnya. [*]
 

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hujan Deras Guyur Gedung Sate, Buruh Tetap Bergeming

Selasa, 30 November 2021 | 14:58 WIB

Perayaan Tahun Baru 2022 di Bandung Dilarang!

Selasa, 30 November 2021 | 10:23 WIB

PSI Walk Out Saat Rapat RAPBD, Ini Tanggapan Oded

Senin, 29 November 2021 | 16:03 WIB
X