Gegara Terdampak Blasting KCIC, 18 Rumah Sulit Terjual di Kompleks Tipar Bandung Barat

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:50 WIB
Warga Kompleks Tipar Silih Asih mengaku kesulitan menjual dan menggadai rumah mereka karena terdampak aktifitas blasting KCIC. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Warga Kompleks Tipar Silih Asih mengaku kesulitan menjual dan menggadai rumah mereka karena terdampak aktifitas blasting KCIC. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM — Warga Kompleks Tipar Silih Asih, RW 13, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengaku kesulitan menjual dan menggadai rumah mereka karena daerah tersebut terdampak aktifitas blasting atau peledakan terowongan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). 

Warga mengaku bingung dengan kondisi tersebut. Mereka dihantui ketakutan terjadi bencana akibat blasting, namun untuk pindah dari tempat itu warga tak bisa karena rumah yang saat ditempati susah untuk dijual atau disewakan. 

"Ada sekitar 18 rumah yang saya tau mau dijual atau digadai. Tapi belum laku, bank juga enggak mau ambil karena sudah tau kondisi di sini," kata Ketua RW 13 Rudianto, Selasa 26 Oktober 2021. 

Dikatakan Rudi, sejak aktivitas blasting dilakukan untuk menembus Gunung Bohong yang tepat berada di atas pemukiman, warga merasa tidak tenang lagi. Rumah-rumah warga mengalami kerusakan seperti dinding dan lantai yang terbelah akibat dampak ledakan tersebut.

Teranyar, meskipun aktivitas ledakan sudah tidak ada, namun warga merasa was-was sewaktu-waktu terjadi bencana longsor hingga tanah amblas.

Pasalnya, kata Rudi, sejak adanya proyek itu tanah di kawasan tersebut strukturnya sudah tidak kuat lagi.

"Apalagi sekarang lagi musim hujan, warga makin was-was. Penurunan tanah itu nyata di wilayah kami. Buktinya lantai rumah warga ada yang sudah tidak rata lagi," ungkap Rudi.

Saking khawatirnya, lanjut dia, warga rutin melakukan ronda setiap malam untuk mengantisipasi kejadian bencana yang tidak diharapkan.

Selain itu, warga juga berencana mengadakan mitigasi dan simulasi kebencanaan.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga Cabai Rawit Bandung Barat Perlahan Turun

Minggu, 23 Januari 2022 | 16:45 WIB

Usia Waduk Saguling di Ujung Tanduk Ini Penyebabnya

Rabu, 19 Januari 2022 | 19:15 WIB
X