Takut Ikan Mati Mendadak Lagi, Peternak Jaring Apung Harus Lakukan Hal Ini

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 13:45 WIB
Kematian mendadak puluhan ton ikan Keramba Jaring Apung (KJA) di perairan Waduk Saguling dan Cirata dianggap peristiwa berulang tiap tahun. (Ayobandung.com/Muhammad Ikhsan)
Kematian mendadak puluhan ton ikan Keramba Jaring Apung (KJA) di perairan Waduk Saguling dan Cirata dianggap peristiwa berulang tiap tahun. (Ayobandung.com/Muhammad Ikhsan)

 

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM — Kematian mendadak puluhan ton ikan Keramba Jaring Apung (KJA) di perairan Waduk Saguling dan Cirata, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dianggap peristiwa berulang yang terjadi tiap tahun.

Guna menghindari kerugian lebih besar, Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Jawa Barat mengimbau petambak beralih ke budidaya kolam darat.

"Sebaiknya ya seperti itu, untuk mengantisipasi petambak KJA yang sudah terlalu banyak. Banyak yang berhasil juga dan bisa menghindari ikan mati mendadak," ungkap Kepala BKIPM Jawa Barat Dedy Arief Hendriyanto saat dihubungi, Senin 25 Oktober 2021.

Dilaporkan Ayobandung.com beberapa hari lalu, sekitar 10 ton ikan yang ada di perairan Waduk Saguling dan Cirata, mati mendadak.

Kematian ikan itu disinyalir akibat cuaca ekstrem yang terjadi sejak beberapa hari belakangan.

Kebanyakan ikan yang mati merupakan jenis ikan mas dan nila, baik yang masih benih maupun yang sudah siap panen di KJA.

Ikan yang mati ada di Blok Ugrem, Blok Tangan-tangan, dan Blok Balong yang masuk ke wilayah administratif Desa Bongas dan Desa Batulayang.

Peralihan budidaya ikan dari KJA menjadi kolam darat pun sudah dilakukan di beberapa daerah dengan hasil yang cukup memuaskan juga.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tenaga Honorer Dihapus 2023, TKK Bandung Barat Cemas

Senin, 24 Januari 2022 | 17:47 WIB

Harga Cabai Rawit Bandung Barat Perlahan Turun

Minggu, 23 Januari 2022 | 16:45 WIB
X