Puluhan Siswa dan Guru Terpapar Covid-19, Dewan Desak PTM Dievaluasi

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 12:00 WIB
PTM di Bandung, puluhan pelajar dan guru positif Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
PTM di Bandung, puluhan pelajar dan guru positif Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
 
BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Kasus Covid-19 di Kota Bandung kembali mengalami lonjakan. Salah satu penyebabnya akibat keluarnya hasil swab acak para peserta pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di Kota Bandung. 
 
Terkait hal ini, Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung Rendiana Awangga mengatakan, pengawasan terhadap kegiatan PTMT perlu ditingkatkan. Sebab dengan lemahnya pengawasan, potensi kelalaian prokes semakin tinggi.
 
“Menular itu kan karena adanya interaksi, mungkin lalai menggunakan masker, sering berkerumun juga, jadi teman yang satu dan yang lainnya bertemu di sekolah, selain saat proses belajar pada saat istirahat juga telah melaksanakan prokes,” ujar Rendiana saat dihubungi pada Selasa, 26 Oktober 2021.
 
 
“Jadi perlu dievaluasi, bukan berarti boleh atau tidaknya PTM Terbatas. karena PTM sudah menjadi tuntutan umum masyarakat, tapi tata caranya, prokesnya, insfrastrukturnya yang benar-benar harus mendukung,” tambahnya.
 
Dengan jumlah 84 siswa dan guru terpapar Covid-19, Awangga menyebut hal itu jadi bahan perhatian serius Pemerintah Kota (Pemko) Bandung untuk menjadi bahan evaluasi PTM Terbatas.
 
“Misalnya ada yang kena Covid-19 dia pulang ke rumah terus menularkan ke rumahnya, apalagi jika ada yang belum divaksin terus orang tua yang komorbid kan fatal nantinya,” jelasnya.
 
Untuk menghindari klaster baru di tingkat sekolah, Awangga mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung untuk melakukan evaluasi.
 
“Jadi memang yang kita khawatirkan bersama kan PTM Terbatas ini dapat menimbulkan klaster baru, tentunya kita perlu melakukan evaluasi prokes pada saat PTM Terbata apakah insfrastrukturnya sudah siap,” katanya.
 
 
Rendiana menjelaskan bahwa kuota kehadiran siswa juga menjadi hal yang harus dievaluasi oleh Disdik Kota Bandung.
 
“Kalau memang dikarenakan jumlah peserta yang terlalu banyak, berdampak pada kerumunan, itu juga harus dievaluasi, perlu dikurangi kuota PTM Terbatas nya,” ungkapnya.
 
Berikut daftar 14 sekolah yang dilakukan penutupan sementara:
  1. SD YAS
  2. SDN 065 Cihampelas
  3. SD Ibnu Taimiyah
  4. SDN 200 Leuwipanjang
  5. SDN 262 Panyileukan
  6. SMP Pelita
  7. SMPN 30 Bandung
  8. SMA Pasundan 2
  9. SMAN 7 Bandung
  10. SMKN 12 Bandung
  11. SMKN 5 Bandung
  12. SMKN 6 Bandung
  13. SMK Buana Karya
  14. SLB C Sumber Sari

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Resmi! Kota Bandung Larang Perayaan Tahun Baru

Jumat, 3 Desember 2021 | 16:52 WIB

Angka Pengangguran Kota Bandung Bertambah 3%

Jumat, 3 Desember 2021 | 10:50 WIB

Lokasi Ganjil Genap Bandung Ditambah, Catat Titiknya!

Kamis, 2 Desember 2021 | 13:02 WIB

Pedagang Kaki Lima: Dapat Durian Runtuh di Demo Buruh

Kamis, 2 Desember 2021 | 09:57 WIB

9.000 ODHA Belum Terdata Dinkes Kota Bandung

Rabu, 1 Desember 2021 | 14:41 WIB
X