Aa Umbara Dituntut 7 Tahun Penjara Korupsi Bansos Covid-19

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 07:00 WIB
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna dituntut 7 tahun penjara. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna dituntut 7 tahun penjara. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Bupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara dituntut hukuman 7 tahun penjara oleh jaksa KPK. Aa Umbara diketahui terseret kasus korupsi pengadaan bansos Covid-19.

Jaksa KPK Budi Nugraha menilai, Aa Umbara telah melanggar dakwaan kesatu dan kedua yakni Pasal 12 huruf I dan Pasal 12 huruf B Undang-Undang Nomor 31 tentang Tindak Pidana Korupsi.

"Supaya majelis hakim menyatakan terdakwa bersalah dan menjatuhkan pidana selama tujuh tahun penjara dengan denda sebesar Rp 300 juta, subsider enam bulan kurungan," kata Jaksa Budi di Pengadilan Negeri Bandung, Kota Bandung, dilaporkan Suara.com, Senin, 26 Oktober 2021.

Baca Juga: Nasdem KBB Resmi Depak Aa Umbara, Ini Sosok Penggantinya

Baca Juga: Saksi Kasus Aa Umbara: Dinsos KBB Minta Satu Persen dari Pengadaan Bansos

Hal yang memberatkan bagi Aa Umbara, ujar Jaksa, yakni ia tidak mendukung program pemerintah dalam upaya memberantas korupsi. Sedangkan hal yang meringankan yakni Aa Umbara belum pernah dihukum.

Jaksa juga menuntut agar majelis hakim menghukum Aa Umbara untuk membayar uang pengganti sebesar Rp2,3 miliar. Uang itu dihitung berdasarkan korupsi dan gratifikasi yang diduga diterima Aa Umbara.

Jaksa meminta Aa Umbara untuk membayar uang pengganti itu satu bulan setelah putusan hakim nantinya. Apabila tidak sanggup membayar, maka harta benda Aa Umbara akan disita untuk dilelang hingga memenuhi nilai uang pengganti itu.

"Jika tidak memenuhi nilai uang pengganti itu, maka akan diganti dengan hukuman penjara selama satu tahun," ujar Jaksa.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Irigasi Meluap, 8 Rumah di Ngamprah Terendam Banjir

Jumat, 26 November 2021 | 18:33 WIB

Usulan UMK KBB 2022 Naik 7 Persen, Ini Komentar Apindo

Kamis, 25 November 2021 | 19:19 WIB
X