14 Sekolah di Kota Bandung Kembali PJJ, Belum Dapat Diklasifikasikan Kluster Sekolah

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 18:50 WIB
PTM di Kota Bandung; Terdapat 14 sekolah di Kota Bandung ditugaskan kembali menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Di antaranya 5 SD, 2 SMP, 2 SMA, 4 SMK dan 1 SLB.  (Ayobandung.com/Kavin Faza)
PTM di Kota Bandung; Terdapat 14 sekolah di Kota Bandung ditugaskan kembali menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Di antaranya 5 SD, 2 SMP, 2 SMA, 4 SMK dan 1 SLB. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Terdapat 14 sekolah di Kota Bandung ditugaskan kembali menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Di antaranya 5 SD, 2 SMP, 2 SMA, 4 SMK dan 1 SLB. 

Hasil surveillance Tahap 1, per 22 Oktober 2021 terdapat 80 Siswa dan 4 Guru Positif. Sementara 2.511 sample Negatif dan 864 sampel masih menunggu hasil.  

“Sesuai dengan ketentuan tindaklanjut surveillance, 14 sekolah tersebut harus kembali melaksanakan PJJ karena jumlah siswa/guru yang terpapar berada pada persentase ≥ 5 persen,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Cucu Saputra menginformasikan di Bandung, Minggu (24/10/2021).

Baca Juga: Spesifikasi dan Harga Redmi Note 11 Pro 5G, Ini Bocoran Tanggal Rilisnya!

Dengan data tersebut, sekolah belum dapat diklasifikasikan sebagai kluster sekolah penyebaran Covid-19. Saat ini Disdik Kota Bandung masih menunggu hasil entry test dan exit test yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung.

“Sebanyak 14 sekolah di Kota Bandung tersebut telah diinformasikan untuk melaksanakan PJJ mulai 25 Oktober 2021. Selain itu Dinas Kesehatan Kota Bandung langsung menanganinya dengan pelaksanaan isolasi mandiri, pelacakan kontak erat, karantina mandiri, entry test intervensi PTM, melakukan tes untuk semua anggota rombel, karantina semua anggota rombel, serta pengembalian seluruh Rombel untuk kembali PJJ sampai exit test selesai,” jelasnya.

Menurutnya, walaupun angka jumlah siswa atau guru yang terpapar per sekolah terlihat kecil, tetapi pengembalian metode pembelajaran menjadi PJJ. Sebab metode ini merupakan prioritas Disdik dalam menjaga keselamatan serta kesehatan siswa dan warga sekolah.

Baca Juga: Realme GT Neo 2T Rilis di Indonesia? Intip Bocoran Harga dan Spesifikasinya

Selain itu, tidak bisa dipungkiri bahwa pembelajaran tatap muka saat ini sangat diharapkan oleh hampir semua orang tua maka perlu dukungan dan kerja sama antara orang tua dan guru. Dengan regulasi 2 jam pembelajaran di sekolah harus di dukung dengan 22 jam prokes dan mobilitas anak di luar sekolah.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ratusan Sekolah di Bandung Siap Gelar PTMT Gelombang 3

Selasa, 7 Desember 2021 | 15:11 WIB

SEJARAH PERSIB HARI INI: Persib Putri Lolos ke Final

Selasa, 7 Desember 2021 | 08:55 WIB

Update Covid Bandung Hari Ini, Tersisa 43 Kasus

Selasa, 7 Desember 2021 | 07:00 WIB

Vaksinasi Kota Bandung Capai 99 Persen

Senin, 6 Desember 2021 | 12:35 WIB
X