PKS Soroti Kebijakan Petani Milenial Ridwan Kamil

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 18:21 WIB
Seorang petani menggarap sawah abadi dengan kerbau di Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, memulai musim tanam baru pada Jumat (16/10/2020). Petani tersebut membajak sawah dengan kerbau untuk persiapan musim tanam baru. (Ayobandung.com/Haidar Arrahman)
Seorang petani menggarap sawah abadi dengan kerbau di Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, memulai musim tanam baru pada Jumat (16/10/2020). Petani tersebut membajak sawah dengan kerbau untuk persiapan musim tanam baru. (Ayobandung.com/Haidar Arrahman)

CIWIDEY, AYOBANDUNG.COM — DPW PKS Jawa Barat melakukan launching Sekolah Tani Milenial di Ciwidey, Kabupaten Bandung. Kebijakan petani milenial Ridwan Kamil menjadi salah satu sorotan dalam implentasi lapangan.

Ketua DPW PKS Jawa Barat Haru Suandharu mengatakan, sekolah tani yang di-launching merupakan salah satu upaya PKS Jawa Barat dalam peningkatan kesejahteraan petani dan buruh tani.

"Kegiatan launching hari ini bertujuan untuk memperjuangkan nasib petani, sehingga mudah-mudahan bisa lebih sejahtera," ujar Haru, selepas Launching Sekolah Tani di Ciwidey, pada hari Minggu, 24 Oktober 2021.

Kesejahteraan menjadi salah satu fokus dari tujuan Sekolah Tani dan gerakan one village one demplot PKS Jawa Barat. Kaum milenial menjadi target utama sekolah tani.

"Yang dilaksanakan pada sekolah tani itu utamanya kepada kaum milenial yang ingin menjadi petani. Kami beri semangat, diberi keterampilan teknis juga, sehingga mereka bangga menjadi petani dan mereka sukses menjadi petani," katanya.

Baca Juga: Ikan Mati Mendadak, Petani Kolam Japung Cirata Rugi Ratusan Juta

Haru juga menyoroti program petani milenial yang digagas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Menurutnya, niat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui program petani Milenial tersebut sudah bagus.

"Niatnya baik, karena akan meningkatkan ketahanan pangan," katanya.

Namun dalam implementasi lapangan, kata Haru, Ridwan Kamil masih belum sepenuhnya memberi dukungan untuk petani milenial bisa berkembang. Salah satunya adalah dengan dukungan anggaran yang masih terbatas.

"Kami mengkonfirmasi kepada Komisi II DPRD Jawa Barat, kebijakan anggaran untuk mendukung petani milenial itu hanya Rp1,7 miliar pada tahun anggaran 2022," ungkapnya.

Anggaran sebesar Rp1,7 miliar untuk mendukung agar petani milenial supaya bisa berkembang bagi tingkat provinsi tidaklah terlalu besar.

"Jadi belum serius. Kami akan mendorong agar tahun depannya bisa diperbersar lagi," tutupnya. [*]

Baca Juga: Perubahan Cuaca, Petani Ikan Japung Waduk Cirata Merugi Ratusan Juta Rupiah

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jalan Ali Sadikin Diusulkan Jadi Nama Tol Cisumdawu

Selasa, 25 Januari 2022 | 10:37 WIB
X