Peserta PTM Terpapar Covid-19 Terus Bertambah, Penyebab Lonjakan Kasus di Kota Bandung? 

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:06 WIB
PTM di Bandung, 54 pelajar dan guru positif Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
PTM di Bandung, 54 pelajar dan guru positif Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
 
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Angka kasus Covid-19 di Kota Bandung mengalami kenaikan signifikan dalam tiga hari terakhir. 
 
Menurut data terbaru dari bandung.go.id milik Diskominfo Kota Bandung, angka kasus Covid-19 mengalami lonjakan sejak kemarin.
 
Pada Jumat, 22 Oktober 2021 kasus Covid-19 di Kota Bandung masih di angka 71 kasus. Di hari berikutnya; pada Sabtu di angka 105 kasus; dan Minggu di angka 124 kasus konfirmasi aktif Covid-19.
 
Lonjakan ini diperkirakan menyusul keluarnya hasil swab PCR acak di sekolah yang menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Kota Bandung.
 
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung Cucu Saputra mengatakan, pihaknya telah melakukan penutupan sejumlah sekolah yang menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.
 
Hal itu menyusul adanya kasus Covid-19 yang berada di atas 5 persen di sekolah tersebut.
 
"Sekarang ada 14 sekolah yang menggelar PTM Terbatas yang kita hentikan kegiatannya," ujar Cucu pada Sabtu, 23 Oktober 2021.
 
Cucu mengungkapkan, ada 84 siswa dan guru yang terkonformasi positif Covid-19 dari hasil swab PCR acak.
 
Sehari sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mengungkapkan ada 12 sekolah yang ditutup menyusul adanya kasus Covid-19.
 
"SMK 5, SMP Pelita , SD YAS, SD Ibnu Taimiyah, SLB  Sumber Sari, SMK  Buana Karya, SMAN 6, SD Leuwipanjang, SD Pabaki, SDN Panyileukan, SDN Cihampelas, SMP Pasundan 2 Dago, dihentikan sementara PTMT-nya," ungkap Ema pada Jum'at, 22 Oktober 2021.
 
Di hari yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Ahyani Raksanagara menyampaikan informasi terkini atas hasil tes swab acak siswa dan guru pada sekolah yang tengah mengkuti PTM Terbatas.
 
Per 21 Oktober 2021, sebanyak 3.545 sampel telah mengikuti tes swab, hasilnya pun sudah muncul.  Sebanyak 77 (2,2%) di antaranya positif Covid-19. 
 
"Kebanyakan siswa dari jumlah yang positif. Proporsi jumlah siswa dalam pengambilan sampel kan memang jauh lebih banyak daripada guru," ujar Aryani pada Jum'at, 22 Oktober 2021.
 
Ahyani menyebutkan, baru sebagian kasus positif Covid-19 atas hasil tes swab acak tersebut yang masuk new all record (NAR), atau data raya (big data) Kementerian Kesehatan. 
 
"Itu pun baru muncul di NAR hari ini. Sementara itu, data di Pusicov mesti sama dengan NAR," tutur Ahyani.
 
 
Selagi menunggu sistem melaporkan hasil tes swab acak Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Ahyani menyebutkan, pihaknya menyegerakan tindakan. Hal itu termasuk pelacakan (tracing) kepada para kontak erat dari yang positif Covid-19.‎
 
Tes swab acak pada siswa, dan guru yang tengah mengikuti PTM terbatas di Kota Bandung terus berlanjut sampai 29 Oktober 2021.
 
Ahyani mengatakan, masih ada sekitar 2.040 lagi sampel dari 68 sekolah yang menjadi sasaran tes swab acak. [*]
 

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ratusan Sekolah di Bandung Siap Gelar PTMT Gelombang 3

Selasa, 7 Desember 2021 | 15:11 WIB

SEJARAH PERSIB HARI INI: Persib Putri Lolos ke Final

Selasa, 7 Desember 2021 | 08:55 WIB

Update Covid Bandung Hari Ini, Tersisa 43 Kasus

Selasa, 7 Desember 2021 | 07:00 WIB

Vaksinasi Kota Bandung Capai 99 Persen

Senin, 6 Desember 2021 | 12:35 WIB
X