Cegah Ikan di Kolam Terapung Tak Mati Massal, Peternak Diimbau Tahan Tabur Benih Baru

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 12:56 WIB
ilustrasi kematian massal ikan; Para peternak ikan kolam jaring apung (KJA) di Waduk Saguling dan Waduk Cirata diimbau tak tabur benih baru untuk menghindari kematian massal ikan. (iStock)
ilustrasi kematian massal ikan; Para peternak ikan kolam jaring apung (KJA) di Waduk Saguling dan Waduk Cirata diimbau tak tabur benih baru untuk menghindari kematian massal ikan. (iStock)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Para peternak ikan kolam jaring apung (KJA) di Waduk Saguling dan Waduk Cirata diimbau tak tabur benih baru untuk menghindari kematian massal ikan.

Pasalnya, cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir akan sangat menyulitkan ikan beradaptasi karena dalam kondisi tersebut kerap terjadi umbalan air. Peristiwa ini menyebabkan air yang hangat berputar ke permukaan sementara yang dingin turun ke dasar.

Dalam kondisi itu air mengaduk sedimentasi pakan ikan yang terakumulasi sejak lama, lalu menimbulkan reaksi kimia amonia yang membuat ikan akhirnya keracunan sampai mati mendadak.

Baca Juga: 23 Daftar HP Samsung Murah Terbaru dan Terbaik 2021

"Surat imbauan dari bulan Agustus sudah kami sampaikan ke berbagai kelompok paguyuban KJA di Saguling dan juga Cirata, KBB. Supaya mengantisipasi terjadinya umbalan air yang bisa menyebabkan ikan mati," terang Kasi Kesehatan Ikan dan Lingkungan, Dispernakan, KBB, Iip Kusyaman, Sabtu 23 Oktober 2021.

Iip mengatakan, umbalan air atau yang sering disebut upwelling memang selalu terjadi setiap tahunnya. Terutama pada saat kondisi cuaca ekstrem ketika memasuki musim penghujan. Sehingga sebagian pembudidaya ikan sudah bisa memprediksi kapan akan terjadi dengan memperhatikan kondisi cuaca. 

Meskipun begitu, pihaknya tetap memberikan rekomendasi kepada pembudidaya ikan agar melakukan langkah-langkah antisipasi. Seperti panen penjarangan untuk ikan yang sudah besar, jangan dulu menebar benih, mengurangi intensitas pemberian pakan ketika kualitas air jelek, dan mengurangi kepadatan tebar ikan. 

Baca Juga: Spesifikasi dan Harga Redmi Note 11 Pro 5G, Ini Bocoran Tanggal Rilisnya!

"Langkah-langkah itu bisa meminimalisir kerugian kematian ikan yang diakibatkan umbalan air, sehingga kerugian pembudidaya ikan KJA tidak besar," tuturnya.  

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tenaga Honorer Dihapus 2023, TKK Bandung Barat Cemas

Senin, 24 Januari 2022 | 17:47 WIB
X