Rumah Retak Akibat Blasting PT KCIC Ditinjau KLHK

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 19:44 WIB
Keluhan warga akan dampak aktivitas blasting atau peledakan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung akhirnya ditindaklanjuti KLHK. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Keluhan warga akan dampak aktivitas blasting atau peledakan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung akhirnya ditindaklanjuti KLHK. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

Potensi bencana di wilayah tersebut muncul setelah adanya aktivitas blasting atau peledakan untuk menembus Gunung Bohong yang akan dijadikan trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KBB).

Aktivitas blasting yang dilakukan pada tunnel 11 itu membuat ratusan rumah warga mengalami kerusakan, dari mulai retak-retak pada dinding dan lantai.

Selain itu, aktivitas pembangunan mega proyek milik PT KCIC itu juga disebut warga sudah merusak struktur tanah.

"Kami ini dalam dua tahun terakhir was-was, apalagi kalau turun hujan. Takut longsor, tanah amblas," katanya. 

Untuk berjaga-jaga dan antisipasi bencana yang tidak diinginkan, kata Rudi, warga kini melakukan ronda setiap malam secara bergiliran.

"Jadi kami ini ronda bukan hanya untuk keamanan, tapi sebagai antisipasi, bentuk kehati-hatian kami. Apalagi sekarang hujan terus," ujarnya. [*]

Baca Juga: Pemulung di KBB Jadi Korban Tabrak Lari, Sempat Viral Meninggal Dunia

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Usia Waduk Saguling di Ujung Tanduk Ini Penyebabnya

Rabu, 19 Januari 2022 | 19:15 WIB

Gaji ASN Bandung Barat Diprediksi Cair Pekan Ini

Selasa, 18 Januari 2022 | 12:38 WIB
X