Rumah Retak Akibat Blasting PT KCIC Ditinjau KLHK

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 19:44 WIB
Keluhan warga akan dampak aktivitas blasting atau peledakan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung akhirnya ditindaklanjuti KLHK. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Keluhan warga akan dampak aktivitas blasting atau peledakan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung akhirnya ditindaklanjuti KLHK. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM — Laporan 450 jiwa warga Kompleks Tipar Silih Asih, RW 13, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terkait dampak aktivitas blasting atau peledakan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung akhirnya ditindaklanjuti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Setelah melayangkan surat kepada KLHK pada September lalu, akhirnya surat itu mendapat respons.

Utusan dari Siti Nurbaya meninjau rumah-rumah warga yang terdampak aktivitas blasting atau peledakan pada Jumat 22 Oktober 2021

Mereka tiba di Kompleks Tipar Silih Asih sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung mengonfirmasi kepada warga.

Mereka mendatangi rumah warga yang terdampak akibat ledakan dari proyek PT Kereta Cepat Indoensia China (KCIC).

Setelah itu, tim dari KLHK melihat sejumlah rumah yang mengalami kerusakan, seperti retakan pada dinding dan lantai akibat aktivitas blasting untuk menembus Gunung Bohong yang menjadi tunnel 11.

"Sebelumnya kita memang berkirim surat langsung ke kantor KLHK. Saat ngirim surat itu mereka bilang akan ada kunjungan, dan alhamdulillah direspons hari ini," kata Ketua RW 13 Desa Laksamekar, Rudianto, Jumat 22 Oktober 2021.

Rudianto menjelaskan, warga RW 13 meminta pemerintah untuk melakukan kajian ulang mengenai kondisi pemukiman mereka setelah aktivitas blasting yang dilakukan sejak tahun 2019.

Menurut Rudianto, tercatat ada sekitar 340 kali ledakan dari pembuatan tunnel di Gunung Bohong.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X