Pemulung di KBB Jadi Korban Tabrak Lari, Sempat Viral Meninggal Dunia

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 18:00 WIB
Seorang pemulung di KBB harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat mendapat luka cukup parah karena jadi korban tabrak lari.  (Pixabay)
Seorang pemulung di KBB harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat mendapat luka cukup parah karena jadi korban tabrak lari. (Pixabay)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM — Saefudin (43), seorang pemulung asal Kampung Ciburial, RT 2 RW 9, Desa Margajaya, Kecamatan Padalarang, harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat mendapat luka cukup parah karena jadi korban tabrak lari

Peristiwa tabrak lari itu terjadi ketika ia tengah menyebrang di Jalan Kota Baru Parahyangan, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). 

Kepala Bagian Operasi (KBO) Satlantas Polres Cimahi, Iptu Erin Heriduansyah mengatakan, kejadian tabrak lari itu diduga kuat bermula saat kendaraan yang tidak diketahui nomor polisinya itu melaju dari arah Bunderan Iptek menuju ke arah luar Kotabaru Parahyangan.

"Kemungkinan saat melintas di TKP, pengendaranya kurang hati-hati hingga menyerempet penyebrang jalan. Kendaraan yang tidak diketahui nomor polisinya itu melarikan diri dari TKP," kata Erin, pada Jumat, 22 Oktober 2021. 

Akibat kecelakaan tersebut, kata Erin, korban tabrak lari itu mengalami luka parah dan saat itu juga langsung dibawa ke Rumah Sakit Cahya Kawaluyaan Padalarang, untuk mendapat perawatan medis.

"Itu korbannya pemulung yang sempat viral meninggal dunia, tetapi ternyata selamat dan saat ini masih dirawat di rumah sakit, keluarganya juga sudah ketemu," kata Erin.

Untuk saat ini, pihaknya tengah melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku tabrak lari tersebut. Namun, terkait hal ini pihaknya sedikit terkendala karena tidak ada CCTV yang menyorot ke lokasi kejadian, sehingga belum diketahui apakah ditabrak motor atau mobil.

"Kami akan langsung mengejar pelaku kalau sudah ada petunjuk karena sejauh ini belum ada saksi juga yang mengetahui kejadian, termasuk ciri-ciri pelaku. Jangankan mengetahui pelaku, untuk kendaraannya saja kita masih blank, jenisnya apa," ucapnya.

Baca Juga: Orang Tua di Bandung Malah Jarang Mengajarkan Bahasa Sunda ke Anak

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X