Orang Tua di Bandung Malah Jarang Mengajarkan Bahasa Sunda ke Anak

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 17:46 WIB
[Ilustrasi anak-anak Sunda sedang bermain] Kebijakan pemerintah yang mewajibkan masyarakat menggunakan bahasa sunda setiap Rabu hari, khususnya di sekolah, disambut baik oleh guru. (Pixabay/Joseph Samson)
[Ilustrasi anak-anak Sunda sedang bermain] Kebijakan pemerintah yang mewajibkan masyarakat menggunakan bahasa sunda setiap Rabu hari, khususnya di sekolah, disambut baik oleh guru. (Pixabay/Joseph Samson)



SOREANG, AYOBANDUNG.COM — Kebijakan Bupati Bandung, Dadang Supriatna, yang mewajibkan masyarakat menggunakan bahasa sunda setiap hari Rabu, khususnya di sekolah, disambut baik oleh guru mata pelajaran bahasa Sunda.

Hal tersebut dikarenakan minat siswa terhadap penggunaan bahasa Sunda dan mata pelajaran bahasa sunda yang terus mengalami penurunan.

"Adanya kebijakan rebo nyunda, cukup menggembirakan. Minimal anak menjadi terpancing untuk menggunakan bahasa sunda dalam kehidupan sehari-hari," ujar Yulia Hermawati, salah seorang guru bahasa sunda di SMPN 1 Soreang, Juamt 22 Oktober 2021.

Dia memaparkan, untuk meningkatkan minat menggunakan bahasa suda membutuhkan dukungan dari pelabagai pihak, baik itu pemerintah, maupun masyarakat.

Masalah utama yang dihadapi saat ini adalah banyak orang tua yang tidak mengajarkan penggunaan bahasa Sunda di rumahnya.

Padahal, keluarga adalah pengajar bahasa pertama kepada anak. Alhasil, dengan tidak diajarkannya bahasa daerah, maka anak menjadi tidak memiliki kemampuan bahasa daerah.

Selain itu, sarana pendukung lainnya juga masih belum berpihak terhadap pengembangan bahasa sunda.

Dia menyontohkan, literatur bahasa suda di sekolah maupun tempat lainnya seperti perpustakaan yang berpihak terhadap bahasa sunda juga sangat minim.

"Di Perpustakaan saja, sangat jarang terdapat buku berbahasa Sunda, capron, pantun dan lainnya. Bahkan kamus bahasa sunda juga tidak banyak," katanya.

Baca Juga: Pelajaran Bahasa Sunda Kurang Diminati Siswa Kabupaten Bandung

Adanya kebijakan menggunakan bahasa sunda setiap Rabu menjadi kegembiraan bagi guru bahasa sunda.

Namun, kebijakan tersebut akan lebih hebat jika didukung oleh sarana, prasarana, dan keinginan orang tua untuk mengajarkan bahasa Sunda kepada anak. [*]

Baca Juga: Ini Penyebab Siswa Bandung Kurang Minati Matpel Bahasa Sunda

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DBHCHT Kabupaten Bandung Memiliki Nilai Manfaat

Jumat, 3 Desember 2021 | 15:46 WIB

Pemadaman Listrik Bandung Hari Ini 3 Desember 2021

Jumat, 3 Desember 2021 | 10:00 WIB

Kecelakaan di Jalan Kopo-Soreang, Dua Remaja Tewas

Kamis, 2 Desember 2021 | 17:37 WIB

UMK Kabupaten Bandung 2022 Tidak Naik!

Rabu, 1 Desember 2021 | 12:54 WIB

Ribuan Orang Ikuti Gebyar Vaksinasi Polresta Bandung

Selasa, 30 November 2021 | 16:40 WIB

Pemadaman Listrik Hari Ini di Bandung 30 November 2021

Selasa, 30 November 2021 | 09:47 WIB
X