Pelajaran Bahasa Sunda Kurang Diminati Siswa Kabupaten Bandung

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:33 WIB
[Ilustrasi siswa di sekolah] Minat siswa terhadap mata pelajaran bahasa Sunda di sekolah mengalami penurunan. Mau tak mau, guru harus mengajar ekstra. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
[Ilustrasi siswa di sekolah] Minat siswa terhadap mata pelajaran bahasa Sunda di sekolah mengalami penurunan. Mau tak mau, guru harus mengajar ekstra. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM — Minat siswa terhadap mata pelajaran bahasa Sunda di sekolah mengalami penurunan.

Guru harus mengajar ekstra karena kemampuan bahasa Sunda yang terus menyurut.

Yulia Hermawati, salah seorang guru mata pelajaran bahasa Sunda di SMPN 1 Soreang, Kabupaten Bandung, mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, minat siswa terhadap mata pelajaran bahasa Sunda terus mengalami penurunan.

"Dibandingkan dengan mata pelajaran lain, jika tolok ukurnya nilai, kemampuan bahasa Sunda siswa itu masih di bawah mata pelajaran lain," ujar Yulia ketika dihubungi Ayobandung, Jumat, 22 Oktober 2021.

Bahkan, jika dipersentasekan, minat siswa dalam mempelajari bahasa sunda bisa berada di bawah 50 persen.

Hal tersebut menyebabkan guru mata pelajaran bahasa Sunda harus bekerja keras.

"Sebagian besar, siswa lebih nyaman menggunakan bahasa Indonesia," katanya.

Baca Juga: Setiap Rabu, Siswa Kabupaten Bandung Wajib Gunakan Bahasa Sunda

Tidak sedikit, siswa yang bahkan sama sekali tidak mengerti bahasa Sunda. Kalaupun ada yang mengerti, namun kata Yulia, masih banyak penggunaan kata yang tidak tepat.

Dia mencontohkan, untuk kata pergi, dalam bahasa Sunda terdapat beberapa kosa kata yang ditempatkan secara khusus, baik untuk diri sendiri, orang lain yang seusia atau untuk orang tua dan usia di bawahnya.

"Masih banyak anak yang mengatakan 'angkat' (pergi) yang ditujukan untuk diri sendiri. Padahal, itu kata untuk orang lain. Kalau untuk diri sendiri itu harusnya 'mios'," paparnya.

Salah satu yang dilakukan oleh Yulia sebagai pengajar mata pelajaran bahasa Sunda adalah dengan terus menyuruh anak berlatih dengan cara berbicara bahasa Sunda.

"Salah juga tidak apa-apa, yang penting selalu menggunakan bahasa Sunda saja dulu," ujarnya.

Dengan terus menggunakan bahasa Sunda, diharapkan ke depan anak menjadi terbiasa dan bisa mempelajari penggunaan bahasa yang tepat dan benar sesuai dengan undak-usuk basa. [*]

Baca Juga: Unik, TPS 06 Desa Pamekaran Gunakan Pakaian Pengantin Adat Sunda saat Pilkades

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DBHCHT Kabupaten Bandung Memiliki Nilai Manfaat

Jumat, 3 Desember 2021 | 15:46 WIB

Pemadaman Listrik Bandung Hari Ini 3 Desember 2021

Jumat, 3 Desember 2021 | 10:00 WIB

Kecelakaan di Jalan Kopo-Soreang, Dua Remaja Tewas

Kamis, 2 Desember 2021 | 17:37 WIB

UMK Kabupaten Bandung 2022 Tidak Naik!

Rabu, 1 Desember 2021 | 12:54 WIB

Ribuan Orang Ikuti Gebyar Vaksinasi Polresta Bandung

Selasa, 30 November 2021 | 16:40 WIB

Pemadaman Listrik Hari Ini di Bandung 30 November 2021

Selasa, 30 November 2021 | 09:47 WIB
X