Indeks Kemerdekaan Pers di Jabar Naik 27 Peringkat: Jadi Posisi 2 Nasional

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:12 WIB
[Ilusterasi pekerja pers] Indeks Kebebasan Pers di Provinsi Jawa Barat melompat jauh atau naik 27 peringkat dalam Survei Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) 2021. (Pixabay)
[Ilusterasi pekerja pers] Indeks Kebebasan Pers di Provinsi Jawa Barat melompat jauh atau naik 27 peringkat dalam Survei Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) 2021. (Pixabay)


LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Indeks Kebebasan Pers di Provinsi Jawa Barat melompat jauh atau naik 27 peringkat dalam Survei Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) 2021.

Hal ini membuat IKP 2021 Jabar menduduki posisi ke-2 nasional.

Pada IKP 2020 Jabar hanya menempati peringkat 29. Survei IKP yang dilakukan oleh Sucofindo dan Dewan Pers ini, Jabar memperoleh nilai indeks 82,66.

Ada tiga indeks penilaian lingkungan dalam survei IKP 2021 itu, yakni lingkungan politik, lingkungan ekonomi dan lingkungan hukum.

Pada indeks lingkungan politik Jabar meraih poin 84,09, lingkungan ekonomi 80,89, dan lingkungan hukum mendapat nilai 81,38.

"Alhamdulillah tahun ini, berkat kekompakan dan reformasi, Jawa Barat melompat dari sebelumnya ranking 29 menjadi ranking dua. Menjadi ranking dua ini suatu kebahagiaan. Hal yang kurang - kurang akan kami evaluasi, yang baik - baik akan terus dipertahankan," ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, di Kota Bandung, Jumat, 22 Oktober 2021.

Pria yang kerap disapa Emil ini mengatakan, demokrasi dalam kebebasan pers akan menjadi peradaban masa depan Indonesia. 

Dia pun menyebut teori pentahelix yang diterapkan di Jabar sehingga menjadikan keberhasilan Jabar melompat begitu jauh dalam survei IKP 2021.

"Karena kami percaya demokrasi adalah pilar dari peradaban Indonesia di masa depan, kami percaya dalam demokrasi pemangku kepentingan yang nama teori pentahelix ada academic, business, community, government, media menjadi pemegang peranan penting pada keberhasilan ini," katanya.

Tak hanya itu, menurutnya, hal lain yang diupayakan hingga menjadi keberhasilan Jabar adalah, memberi keberpihakan dan memberi rasa nyaman kepada insan pers, mengedukasi, serta membuka akses informasi kepada wartawan dan masyarakat.

"Memastikan kebebasan pers. Jadi pers merasa nyaman bersama kami di Jawa Barat sehingga masyarakat mendapatkan informasi seluas - luasnya tanpa ada halangan. Kami ingin melahirkan masyarakat yang madani," kata Ridwan Kamil.
 
Baca Juga: Angka Pernikahan Anak Kabupaten Bandung Terus Meningkat dalam 3 Tahun Terakhir

Dengan keberhasilan ini, Emil berharap keberhasilan Jabar bisa menjadi contoh bagi daerah  lain sehingga memberikan kebebasan informasi yang bertanggung jawab.

"Terima kasih untuk Dewan Pers, kami akan terus sempurnakan. Jawa Barat harus menjadi percontohan juara lahir batin di bidang kebebasan informasi yang bertanggung jawab," tutupnya.

Di sisi lain, anggota Dewan Pers Asep Setiawan mengaku bangga atas prestasi Jabar dalam memperbaiki kemerdekaan pers dengan signifikan.
 
"Dewan Pers mengapresiasi Provinsi Jawa Barat yang pada tahun ini (2021) indeks kemerdekaan persnya itu pada ranking kedua," katanya.

Asep berharap, survei IKP yang dilakukan oleh pihaknya dengan instansi lain dapat membuat perkembangan kemerdekaan pers di Jabar dapat semakin meningkat.

"Dengan indeks ini diharapkan kemerdekaan pers di Jawa Barat ini semakin berkembang dan indeks sekarang ini angkanya termasuk kategori Cukup Bebas. Untuk meraih kategori Bebas yaitu skornya 90, diperlukan upaya bersama dari seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan di Jawa Barat," tandasnya. [*]
 

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PSI Walk Out Saat Rapat RAPBD, Ini Tanggapan Oded

Senin, 29 November 2021 | 16:03 WIB
X