Warga Lembang Korban Pinjol: Teman, Keluarga, dan Seluruh Kontak HP Kena Teror

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 15:04 WIB
Teror pinjol ilegal. Ilustrasi. (Pixabay/Pexels)
Teror pinjol ilegal. Ilustrasi. (Pixabay/Pexels)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Eko Setiono (38) salah satu warga Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengaku kapok dan tak mau lagi berurusan dengan pinjaman online (pinjol).

Pasalnya, ia merasa tertekan dan dipermalukan karena teror tagihan cicilan. Saat ada keterlambatan pembayaran, teror bukan saja menimpa dirinya, tetapi juga kepada sanak, saudara, hingga kontak orang-orang di HP-nya.

"Kapok, gak mau sekali lagi nyari pinjaman online. Mending cari alternatif lain dari pada ke situ, bener-bener kapok saya," katanya, Jumat 22 Oktober 2021.

Baca Juga: Pinjol Ilegal: Pinjam Rp5 Juta, Harus Bayar Rp80 Juta dalam Sebulan

Eko mengaku, pinjol menawarkan kemudahan dan pencairan yang cepat, namun ada jerat ancaman di belakang itu yang menjadi konsekuensi ketika tidak sanggup membayar.

Dia menceritakan, awal mula terjerumus dalam pinjol karena saat itu membutuhkan uang cepat untuk keperluan keluarganya. Saat itu pilihannya adalah pinjaman cepat tanpa syarat-syarat yang ribet, karena didesak dapat pinjaman uang secara instan.

Akhirnya dia memasukan aplikasi pinjaman secara online dengan menyetorkan data pribadi termasuk KTP. Seiring berjalannya waktu ia sempat terkendala untuk membayar cicilan tepat waktu. Namun yang tidak terduga adalah cara penagihan perusahaan pinjol tersebut yang membuat dia malu.

Baca Juga: Pinjol Ilegal Tagih Utang dengan Ancam Sebar Foto Tak Senonoh

"Perusahaan pinjol itu gak ada toleransi untuk keterlambatan pembayaran, semua kontak di HP saya termasuk keluarga dan teman, dikirimi pesan bahwa saya belum bayar utang. Yang saya heran dari mana mereka punya nomer HP keluarga dan teman-teman saya, itu yang membuat saya malu," tuturnya ayah satu anak ini.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X