Angka Pernikahan Anak Kabupaten Bandung Terus Meningkat dalam 3 Tahun Terakhir

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 18:52 WIB
Angka pernikahan anak di Kabupaten Bandung terus mengalami peningkatan. Tahun ini, jumlah anak yang menikah jauh melebihi tahun lalu. (Pixabay/Free-Photos)
Angka pernikahan anak di Kabupaten Bandung terus mengalami peningkatan. Tahun ini, jumlah anak yang menikah jauh melebihi tahun lalu. (Pixabay/Free-Photos)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM — Angka pernikahan anak di Kabupaten Bandung terus mengalami peningkatan. Tahun ini, jumlah anak yang menikah jauh melebihi tahun lalu.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Muhammad Hairun mengatakan, pada 2019 sekitar 500-an anak diketahui menikah usia dini.

"Pada 2020 mengalami peningkatan menjadi 669 kasus," ujar Hairun, Kamis 21 Oktober 2021.

Jumlah tersebut meningkat lebih banyak pada tahun 2021. Bahkan hingga pertengahan tahun, jumlah kasus anak yang menikah sudah melebihi tahun lalu.

"Hingga juli 2021, kasus anak yang menikah di Kabupaten Bandung mencapai 679 kasus," ungkapnya.

Pernihakan anak yang terus meningkat dalam tiga tahun terakhir membuat Pemkab Bandung khawatir, mengingat dampak yang ditimbulkan juga cukup buruk.

Hairun mengatakan, ada sejumlah dampak negatif yang bisa diakibatkan oleh pernikahan dini. Mulai dari kasus stunting, sampai angka kematian ibu dan anak yang tinggi.

"Secara psikologis juga anak belum matang untuk membangun rumah tangga. Dari sisi kesehatan, rahim masih belum matang, sehingga ketika anak dibawah usia 19 tahun sudah mengandung, risiko keguguran atau kematian ibu dan anak juga tinggi," paparnya.

Baca Juga: Hampir 3 Anak Putus Sekolah dan Menikah Dini di Kabupaten Bandung Setiap Hari

Untuk mencegah angka pernikahan anak terus meningkat, pihaknya pun meluncurkan program Bedas Sapujagat.

Program ini melibatkan pelbagai stake holder dalam memerangi pernikahan anak.

"Pernikahan anak ini butuh penganganan seluruh pihak. Karena penyebabnya banyak hal," katanya.

Program Bedas Sapujagat ini menitikberatkan kesadaran masyarakat untuk tidak menikahkan anaknya diusia dini dengan pelbagai pendekatan. [*]

Baca Juga: Kehamilan tak Diinginkan dan Pernikahan Dini Meningkat di Masa Pandemi

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PSI Walk Out Saat Rapat RAPBD, Ini Tanggapan Oded

Senin, 29 November 2021 | 16:03 WIB
X