Ribuan Bibit Buah Milik Petani Lembang Ikut Terdampak Banjir

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 17:27 WIB
Banjir yang menerjang Desa Cikole, Kecamatan Lembang, KBB, tak hanya berdampak pada infrastruktur tapi juga terhadap tanaman milik petani. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Banjir yang menerjang Desa Cikole, Kecamatan Lembang, KBB, tak hanya berdampak pada infrastruktur tapi juga terhadap tanaman milik petani. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- bencana alam banjir yang menerjang Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada 19 Oktober 2021, tak hanya berdampak pada infrastruktur tapi juga terhadap tanaman milik petani.

Ribuan batang bibit pohon buah-buahan milik petani rusak. Selain bibit pohon, belasan rumah warga juga ikut terampak bencana alam tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tepatnya di Kampung Kampung Pondok, RT 06/03, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, petani tengah memilah bibit-bibit pohon buah-buahan yang masih bisa dijual.

Baca Juga: 22 Daftar HP NFC Murah Terbaru dan Terbaik Oktober 2021

Sementara warga yang terdampak banjir terlihat tengah membersihkan rumahnya masing-masing dari air dan lumpur yang masuk ke pemukiman rumah warga. Nyaris seluruh barang-barang elektronik, pakaian hingga perlalatan rumah tangga terdampak limpahan air.

Satu unit Pemadaman Kebakaran (Damkar) KBB pun dikerahkan untuk membersihkan rumah warga dari lumpur. Mobil Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB.

Ketua RT 06/03, Tatang Irianto mengatakan, dari sekitar 1.500 batang pohon buah-buahan yag terdampak banjir, yang bisa diselamatkan dan dijual hanya setengahnya.

"Sebagian bisa diselamatkan. Sisanya enggak bisa karena udah rusak ketimpa lumpur," kata Tatang saat ditemui.

Baca Juga: 5 Fakta Skandal Kim Seon Ho: Paksa Aborsi hingga Ditendang Dunia Hiburan Korea

Dikatakannya, bibit pohon buah seperti jambu, jeruk hingga mangga itu sebetulnya sudah siap jual. Namun karena terdampak banjir, yang kemungkinan besar bisa dijual hanya setengahnya saja.

Akibatnya, petani pun diperkirakan harus merugi Rp 15-20 juta akibat banjir ini. "Kalau harga jualnya rata-rata jeruk minimal Rp 60 ribu per batang, jambu Rp 70 ribu, dan mangga Rp 150 ribu. Jadi gimana ukuran dan tingginya," ungkap Tatang.

Dirinya melanjutkan, peristiwa banjir ini dikarenakan hujan deras yang diperparah dengan saluran air yang buruk. Selain menyapu pohon buah-buahan, air dan lumpur juga masuk ke rumah-rumah warga.

"Ini lumpurnya tebal terus parah. Kalau yang masuk ke rumah warga dipermirkaama 60 cm," tukasnya.

Baca Juga: 23 Daftar Harga HP Samsung dan Spesifikasinya, Termurah dan Terbaru Oktober 2021

Didin (25), salah seorang warga menuturkan, saat banjir menerjang rumahnya, dirinya sedang berada di luar rumah. Saat pulang, ia mendapati rumahnya sudah digenangi air dan lumpur tebal.

"Ini yang kedua kalinya, tapi kali ini lumpurnya parah. Alat-alat elektronik kaya mesin cuci, pakaian, kursi semuanya terendam," ujarnya.

Halaman:
1
2

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tenaga Honorer Dihapus 2023, TKK Bandung Barat Cemas

Senin, 24 Januari 2022 | 17:47 WIB

Harga Cabai Rawit Bandung Barat Perlahan Turun

Minggu, 23 Januari 2022 | 16:45 WIB

Usia Waduk Saguling di Ujung Tanduk Ini Penyebabnya

Rabu, 19 Januari 2022 | 19:15 WIB
X