Kota Bandung Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:30 WIB
Petugas kesehatan mengevakuasi jenazah Covid-19 di Sarijadi, Kota Bandung,. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Petugas kesehatan mengevakuasi jenazah Covid-19 di Sarijadi, Kota Bandung,. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
 
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM — Sejumlah ahli epidemiologi Indonesia memprediksi akan terjadi gelombang ketiga Covid-19 atau peningkatan kasus pada Desember.
 
Atas kondisi itu, pemerintah Kota Bandung melakukan berbagai upaya dan strategi agar dapat menghadapi situasi tersebut. 
 
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr Rosye Arosdiani mengatakan upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19 yaitu meningkatkan tracing, testing dan treatment. Selain itu melakukan tes kepada warga yang sedang terserang batuk, pilek atau infeksi saluran pernapasan (ISPA) di puskesmas. 
 
"Untuk kasus ISPA, batuk pilek dilakukan pemeriksaan rapid antigen artinya dicek bahkan ada PCR dites bahwa kasus batuk pilek sudah pastikan Covid-19 atau bukan dilaksanakan di puskesmas," ujarnya pada Selasa, 19 Oktober 2021.
 
Rosye berharap, masyarakat dapat mendapatkan pemeriksaan tersebut di puskesmas secara gratis. 
 
Pihaknya juga menyiapkan tempat tidur bagi pasien Covid-19 apabila terjadi lonjakan kasus serta melakukan pelacakan apakah ditemukan varian baru termasuk di bandara. 
 
"Di Bandung masih banyak varian Delta, belum ditemukan varian baru di Bandung," katanya. 
 
Rosye menambahkan, saat ini Kota Bandung berada di level dua penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang menunjukkan kasus penyebaran Covid-19 membaik. 
 
"Kondisi saat ini lebih baik bahkan sudah keluar Inmendagri yang baru Kota Bandung level dua, kondisi semakin membaik," ungkapnya. 
 
Meski begitu, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah. Pihaknya juga terus mengantisipasi kemungkinan terjadi lonjakan kasus atau gelombang ketiga yang diprediksi terjadi Desember. 
 
"Seluruh masyarakat Kota Bandung harus menjaga agar pandemi bisa diselesaikan dengan tiga hal yaitu pola hidup memperhatikan 5M, dan 3T, terakhir mencegah dengan percepatan vaksinasi," katanya. 
 
Ia mengatakan, keterisian tempat tidur bagi pasien Covid-19 di 30 rumah sakit rujukan berada di angka 6,52 persen atau dari 1.059 tempat tidur yang tersedia terisi hanya 69 pasien.
 
Meski kasus menurun, ia memastikan, pihaknya tetap menyiapkan fasilitas tempat tidur bagi pasien Covid-19 dikhawatirkan terjadi lonjakan. 
 
"Pemeriksaan laboratorium kita sampai kemarin tiap hari antar 4.000 sampai 5.000 pemeriksaan baik oleh PCR atau rapid antigen," katanya. 
 
 
Sedangkan positivity rate berada di angka 0,14 persen yang dinilai terkendali. 
 
"WHO menetapkan dibawah 5 persen terkendali, kita cukup percaya diri kondisi Covid-19 terkendali," pungkasnya. 
 
Sementara itu, program vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 90,48 persen sedangkan dosis kedua 68,44 persen. [*]
 

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini 21 Januari 2022

Jumat, 21 Januari 2022 | 05:00 WIB
X