Penanganan Covid-19 Jabar Terus Membaik, Vaksinasi Berlanjut

- Senin, 18 Oktober 2021 | 19:46 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, penanganan Covid-19 di Jawa Barat sudah jauh lebih baik. (Dok. Pemprov Jawa Barat)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, penanganan Covid-19 di Jawa Barat sudah jauh lebih baik. (Dok. Pemprov Jawa Barat)

KOTA BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, penanganan Covid-19 di Jawa Barat sudah jauh lebih baik.

Adapun angka keterisian tempat tidur rumah sakit (bed occupancy rate/BOR) di Jawa Barat tinggal 4,03 persen. Demikian berdasarkan data Bersatu Lawan COVID-19 per 9 Oktober. Angka kasus aktif Covid-19 pun hanya 0,29 persen.

"BOR kami hanya 4 persen dari 91 persen. Jadi kami tetap menjaga protokol kesehatan dan kami melihat ke depan untuk mempersiapkan endemi," kata Ridwan Kamil.

Di sisi lain, Pemda Provinsi Jawa Barat sedang mempersiapkan tujuh ekonomi baru pasca-COVID-19, yakni:

  1. Meraup peluang investasi perusahaan yang pindah dari Tiongkok
  2. Swasembada pangan
  3. Swasembada teknologi
  4. Mendorong peluang bisnis di sektor kesehatan
  5. Inovasi digital
  6. Green business atau penerapan ekonomi berkelanjutan, dan
  7. Pariwisata lokal.

Untuk menuju hal tersebut, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat terus mempercepat vaksinasi Covid-19 sehingga 37 juta orang bisa divaksin hingga akhir Desember 2021.

Vaksinasi dilakukan dengan berbagai cara, mulai kolaborasi dengan alumni sekolah, himpunan mahasiswa, hingga lembaga-lembaga tertentu.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga melakukan vaksinasi Covid-19 kepada warga dengan door to door.

Cara ini sudah dilakukan sejak 31 Agustus 2021, yang disaksikan langsung Presiden Joko Widodo di Kampung Pengampaan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat  Nina Susana Dewi mengatakan, vaksinasi door to door Jabar dilakukan melalui program Saber Vaksinasi yang menarget kelompok masyarakat yang selama ini kurang tersentuh kabupaten/kota.

Adapun penerima vaksin door to door ini khusus untuk kelompok masyarakat tertentu.

“Vaksinasi door to door ini  khususnya untuk masyarakat yang mobilisasinya terbatas di daerah sulit dijangkau seperti disabilitas, lansia, bumil, juga ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) atau bila banyak yang tak bisa datang ke tempat pelayanan,” kata Nina, Selasa (21/9/2021).

Menurut Nina, vaksinasi door to door merupakan kebijakan yang lebih solutif terhadap kondisi yang ada.

Adapun tantangan yang dihadapi yaitu anggapan bahwa waktu pelayanan yang tidak secepat vaksinasi massal di satu titik.

Kedua, ketersediaan sumber daya manusia.

“Keterbatasan SDM serta harus memperkirakan logistik vaksin merupakan salah satu yang menjadi kendala pelaksanaan program vaksinasi secara door to door,” ujar Nina.

Agar 37 juta warga Jabar mendapatkan vaksinasi hingga Desember 2021, selain vaksinasi door to door, Pemerintah Provinsi Jabar pun menempuh cara vaksinasi massal di kabupaten atau kota dengan cara kolaborasi.

( )

Halaman:
1
2

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

Segini Tarif Tol Cisumdawu Setelah Gratis Dua Pekan

Selasa, 25 Januari 2022 | 13:44 WIB

Update Omicron Kota Bandung, 80 Kontak Erat Dites PCR

Senin, 24 Januari 2022 | 13:17 WIB

Kasus 6 Omicron Bandung Tersebar, Ini Update Terbaru

Senin, 24 Januari 2022 | 13:09 WIB
X