LADI Lambat Hubungi WADA Penyebab Bendera Indonesia Tidak Berkibar di Thomas Cup 2020

- Senin, 18 Oktober 2021 | 08:49 WIB
Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) dituding tidak profesional karena lambat menghubungi WADA atau Badan Anti-Doping Dunia yang berujung tidak berkibarnya bendera Indonesia di Thomas Cup 2020. Padahal di ajang tersebut Indonesia menjadi juara. (Instagram/@taufikhidayatofficial)
Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) dituding tidak profesional karena lambat menghubungi WADA atau Badan Anti-Doping Dunia yang berujung tidak berkibarnya bendera Indonesia di Thomas Cup 2020. Padahal di ajang tersebut Indonesia menjadi juara. (Instagram/@taufikhidayatofficial)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) dituding tidak profesional karena lambat menghubungi WADA atau Badan Anti-Doping Dunia yang berujung tidak berkibarnya bendera Indonesia di Thomas Cup 2020. Padahal di ajang tersebut Indonesia menjadi juara.

Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Putra Nababan mengkritik keras kinerja dari LADI yang tidak profesional tersebut.

Penyebab tidak berkibarnya bendera Merah putih karena adanya surat dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA) yang menyatakan Indonesia tidak patuh pada penegakan standar anti-doping karena tidak mengikuti Test Doping Plan (TDP) yang dibuat pada tahun 2020.

Baca Juga: Cara Buat Baterai HP Tahan Lama, Anti Ribet!

Dikutip dari Republika, Putra menyatakan, masalah administrasi surat menyurat semacam itu tak perlu terjadi. Apalagi di tahun 2020, Indonesia dan banyak negara di dunia memang minim melaksanakan kompetisi akibat pandemi Covid-19.

“Apa sulitnya LADI, sebagai lembaga anti-doping Indonesia menyurati WADA, untuk memberitahukan kondisi kompetisi di Indonesia yang terhenti akibat pandemi, sehingga tidak bisa memenuhi ketentuan 700 sampel,” katanya seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Senin (18/10/2021).

Soal pergantian kepengurusan LADI yang katanya dianggap turut menghambat respons terhadap permintaan WADA itu, Putra menyatakan, hal itu tak bisa dijadikan alasan. Sebab, dia melanjutkan, pergantian kepengurusan itu terjadi di level atas. Sedangkan, level tengahnya, seharusnya tetap bisa bekerja. Menurutnya, alasan itu adalah hal yang dibuat-buat.

Baca Juga: 6 Cara Menurunkan Berat Badan yang Ampuh dan Tahan Lama

Kinerja yang tidak profesional ini jadi merusak nama baik Indonesia, merugikan timnas dan pemain serta membuat kecewa rakyat. "Padahal, ini hal-hal yang bersifat administratif, yang seharusnya bisa ditangani," ujar Putra.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Komisi D DPRD Kota Bandung Minta Disdik Evaluasi PTM

Jumat, 28 Januari 2022 | 14:23 WIB

Kota Bandung Targetkan Tak Ada Kabel Menjuntai 2023

Jumat, 28 Januari 2022 | 13:44 WIB

Ini Alasan Kajati Jabar Tetap Tuntut HW Hukuman Mati

Jumat, 28 Januari 2022 | 10:11 WIB
X