Indonesia Power Tunggu Rekomendasi Tim Peneliti Soal Konservasi Fosil di Waduk Saguling

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:14 WIB
Penemuan fosil gajah di Waduk Saguling, Bandung Barat. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Penemuan fosil gajah di Waduk Saguling, Bandung Barat. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- PT Indonesia Power UP Saguling masih menunggu rekomendasi tim peneliti terkait langkah konservasi lokasi fosil gajah di pulau Sirtwo Island Waduk Saguling, di Kampung Suramanggala RT 01 RW 01, Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Supervisor Senior Lahan Lingkungan dan Aneka Usaha Saguling POMU, Deny Jaenudin mengatakan prinsipnya Indonesia Power mendukung segala bentuk penyelamatan fosil yang berada di wilayah.

Namun, mengenai detail langkahnya, pihaknya masih menunggu rekomendasi dari pemerintah dan tim peneliti dari Museum Geologi. 

Baca Juga: Fosil Gajah di Waduk Saguling Berhasil Diangkat, Ini Penampakannya

"Bicara konservasi kita serahkan ranahnya ke pemerintah dan tim peneliti. Karena berada di lahan kami, pada prinsipnya selama lahan kami terindentifikasi ada fosil, kemudian ini bermanfaat untuk pengetahuan dan penelitian juga kebermanfaatan bagi masyarakat kita sangat mendukung," jelas Deny.

Menurut Deny, penemuan fosil di area Waduk Saguling milik Indonesia Power terjadi tatkala air surut. Ia bersyukur fosil gajah berhasil diselamatkan sebelum debit air meningkat. Pihaknya juga mendorong langkah lanjutan yang mesti diambil tatkala kondisi air meningkat.

"Itu ditemukan dalam kondisi surut yang perlu diperhitungkan juga saat air naik ke depan. Ini yang perlu kita diskusikan sama-sama karena fosil ini bermanfaat untuk pengetahuan dan penelitian," jelasnya. 

Diketahui, Tim Peneliti Badan Geologi Bandung berhasil mengangkat fosil gajah di Pulau Sirtwo Waduk Saguling, pada Sabtu 16 Oktober 2021. Saat ini fosil itu diamankan sementara di rumah warga kampung Cikerti RT 01 RW 012 Desa Saguling Kacamatan Saguling.

Baca Juga: Tulang di Waduk Saguling Ternyata Fosil Gajah, Peneliti Bahagia Temukan 'Harta Karun'

 

Fosil gajah yang sudah diangkat di Waduk Saguling dan dititipkan ke rumah warga. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

Mengenai penyimpanan fosil tersebut, Indonesia Power juga mendukung apabila harus memakai beberapa lahan milik mereka. Namun penunjukan lokasi penyimpanan harus berdasarkan rekomendasi peneliti dan tim sipil dari Indonesia Power.

"Termasuk penyimpanan di mana fosil itu kita akan ikut rekomendasi tim peneliti. Karena kita gak tahu yang ideal di mana," jelasnya

"Misal kalau arahan dari tim peneliti harus memanfaatkan lahan kita, kami kaji dulu kelayakannya selama tidak menggangu fungsi bendungan kita bisa tindak lanjuti oleh kajian tim sipil," ujar Deny.

Baca Juga: Temuan Fosil di Saguling Dilaporkan Sejak 1970, Penelitian Terhenti Setelah Dibangun Waduk

Sebelumnya, paleontolog menemukan sedikitnya 17 titik fosil tulang hewan (verterbrata) berbagai jenis dan bentuk di kawasan Pulau Sirtwo Waduk Saguling. Temuan itu meliputi bagian lengan (kaki depan), kaki belakang, tulang belakang, dan bagian kepala. Hasil identifikasi awal fosil tersebut adalah binatang kerbau, sapi, rusa, dan gajah.

Tim peneliti belum bisa menentukan berapa usia fosil-fosil tersebut. Pasalnya, hal itu memerlukan waktu dan metode cukup panjang. Dugaan awal, umurnya masuk Zaman Kuarter, antara Kala Pleistosen (2,588 juta tahun lalu hingga 11.700 tahun lalu) atau Kala Holosen (11.700 tahun lalu hingga sekarang).

Halaman:
1
2

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tenaga Honorer Dihapus 2023, TKK Bandung Barat Cemas

Senin, 24 Januari 2022 | 17:47 WIB
X