Penyebab ODGJ Tusuk 3 Warga KBB Belum Bisa Dijerat Hukum

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 19:17 WIB
RSJ Cisarua; pelaku yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia itu adalah orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). Meski begitu kepastian status ODGJ masih menunggu hasil observasi Tim Dokter RSJ Cisarua. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
RSJ Cisarua; pelaku yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia itu adalah orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). Meski begitu kepastian status ODGJ masih menunggu hasil observasi Tim Dokter RSJ Cisarua. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- pelaku penusukan terhadap tiga di Kampung Ciwaruga, RT 03/05, Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum bisa dijerat hukum.

Pasalnya, pelaku yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia itu adalah orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). Meski begitu kepastian status ODGJ masih menunggu hasil observasi Tim Dokter RSJ Cisarua.

"Kita belum putuskan langkah hukumnya karena masih menunggu surat rekomendasi dari rumah sakit. Mereka yang bisa menentukan yang bersangkutan ODGJ atau tidak," ungkap Kapolsek Cisarua Kompol Darto, Jumat 15 Oktober 2021.

Baca Juga: Kaum Transgender Cianjur Tak Berani Ajukan Ganti Jenis Kelamin di KTP

Seperti diketahui aksi penusukan itu dilakukan oleh Aep (31) yang diduga mengalami gangguan jiwa. Sementara korban tewas adalah warga bernama Ajeng Ruhiyat (56), sedangkan korban lainnya yakni Ian (40) dan Ujang Sumarna (43) mengalami luka parah dan harus mendapat perawatan di rumah sakit.

Darto mengatakan, hingga saat ini surat rekomendasi hasil pemeriksaan kejiwaan dari rumah sakit jiwa yang menangani pelaku tersebut hingga saat ini belum keluar. Sehingga pihaknya belum bisa menentukan langkah hukum apapun.

Meskipun begitu prosedur penyiapan berkas perkara untuk menentukan langkah hukum selanjutnya bagi pelaku ini tetap disiapkan. Seperti Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang hingga kini masih tetap dilaksanakan sesuai mekanisme yang ada.

Baca Juga: 15 HP RAM Besar Harga Murah Terbaik 2021, Paling Lengkap!

"Nantu keputusan atau mungkin SP3, setelah ada hasil (pemeriksaan) dari rumah sakit. Sekarang, pelakunya masih ditangani dan menjalani perawatan di rumah sakit," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X