19.000 Rumah di Bandung Barat Tak Layak Huni, Pemerintah Belum Bisa Beri Bantuan

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 13:59 WIB
Rumah tak layak huni. Ilustrasi. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Rumah tak layak huni. Ilustrasi. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat masih ada sebanyak 19.000 rumah di KBB masuk kategori tak layak huni. 19.000 rumah tak layak huni itu dibagi menjadi dua kategori yaitu sedang dan berat.

Angka tersebut berdasarkan pemuktahiran data tahun 2019-2020 untuk diberi bantuan pada tahun anggaran 2021. Namun, adanya pandemi Covid-19 membuat bantuan itu gagal dieksekusi.

 "Padahal sudah dianggarkan 2019 sebelum Pandemik. Tapi saat mau dilaksanakan pada Maret 2020 sudah keburu ada pergeseran. Semuanya direfocusing," kata Sekeretaris Dinas Dinas Perumahan dan Permukiman KBB, Deni Juanda, Jumat 15 Oktober 2021.

Deni menyebutkan, Program Rumah Tao Layak Huni (RTLH) pada tahun anggaran 2020 hanya dilaksanakan bersumber dari dana Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat, yang datanya dibuat sejak tahun 2018.

Deni memastikan, program RTLH ini bakal dilaksanakan pada tahun 2022 yang belum dilaksanakan pada tahun anggaran 2020. Menurutnya, program RTLH kedepan bakal disinergikan dengan pemulihan ekonomi nasional yang berdampingan dengan UMKM.

"Bahkan nanti ke depan akan mengarah kepada RTLH produktif bakal disinergikan dengan UMKM, budi daya pertanian dan lain sebagainya," kata Deni.

Diketahui, baru-baru ini satu rumah milik Yani Hasanah (44), warga Kampung Pabuaran RT 2 RW 1, Desa Mandalawangi, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ambruk rata dengan tanah, pada Sabtu 11 September 2021 lalu. Dinas Perumahan dan Permukiman memastikan akan segara memperbaiki rumah tersebut.

"Yang priotitas jumlahnya di Desa Mandalawangi sebanyak 21 kepala keluarga (KK). Tapi yang perlu disentuh 300 lebih pada tahun anggaran 2022 yang diserahkan kepada kelompok swadaya masyarakat (KSM) melalui konsultan pendamping," pungkasnya.

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X