Warga Bandung, Ini Cara Laporkan Rentenir atau Pinjol ke Satgas Antirentenir

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 10:47 WIB
Cara laporkan rentenir dan pinjol ke satgas antirentenir Kota Bandung. Ilustrasi. (dok. Ayobandung.com)
Cara laporkan rentenir dan pinjol ke satgas antirentenir Kota Bandung. Ilustrasi. (dok. Ayobandung.com)

Cara melaporkan rentenir dan pinjol ke Satgas Antirentenir Kota Bandung ada di artikel ini.

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Ketua Harian Satgas Antirentenir Kota Bandung Saji Sonjaya mengungkapkan, untuk menentukan rentenir atau korban, Satgas Antirentenir memiliki Rapat Komite. Masyarakat bisa mengadu melalui online atau chat Whatsapp di nomor 0811 2131 020, dan bisa juga yang datang langsung ke kantor di Jalan Buahbatu No. 26, Kota Bandung.

"(Untuk yang online), kita memfasilitasi bantuan cara penyelesaian ke rentenir. Itu biasanya difokuskan ke korban pinjol. Kalau yang datang ke kantor dan mengumpulkan persyaratan, lalu melihat kondisi ekonomi, latar belakang pinjaman, dan rincian hutangnya," ujar Saji pada Kamis, 14 Oktober 2021.
 
Selain itu, dari kacamata hukum rentenir merupakan lintah darat yang dalam Undang-Undang Kepolisian adalah bagian dari penyakit masyarakat yang harus diputus tumbuh kembangnya.
 
Baca Juga: Ribuan Warga Bandung Terjerat Pinjol dan Rentenir, untuk Modal Usaha hingga Makan Sehari-hari

"Di Satgas Antirentenir itu, kita mendefinisikan rentenir itu adalah subjeknya bisa orang atau badan hukum usahanya ilegal, dan usahanya membungakan uang. Kalau yang namanya usaha dia berkali-kali menjalankan operasinya dengan adanya bunga yang tidak wajar," katanya.

"Ukuran bunga wajar tentu kalau koperasi ada RAT, dan rata-rata si pelakunya mengatasnamakan Koperasi. Sedangkan korban itu adalah orang yang merasa terenggut hak-haknya baik ekonomi, politik atau pun masalah terintimidasi," lanjutnya.

Wali Kota Bandung Oded M Danial turut mengimbau masyarakat untuk tidak terjebak menggunakan pinjaman online (pinjol) ilegal. Ia pun mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan rumah tangga.

"Mang Oded mengimbau hati-hati dalam mengelola keuangan rumah tangga, jangan terjebak (pinjol) karena biasanya yang begitu mudah memberikan pinjaman," ujarnya pada Jumat, 15 Oktober 2021.

Oded menuturkan, jumlah warga yang terjebak rentenir dan pinjol online, menunjukkan masih terdapat warga yang terjebak dan mudah tergiur dengan pinjol. Hal itu menjadi tantangan untuk satgas rentenir sebab ditengah upaya menyelesaikan masalah warga muncul permasalahan lainnya.
 
Baca Juga: Cegah Masyarakat Akses Bank Emok dan Pinjol, Perbankan Harus Beri Kemudahan Kredit

"Ternyata ini dahsyatnya IT dan online artinya disampaikan banyak 7.000 warga masih terjebak (pinjol), oleh kita dibereskan sisi lain muncul lagi," katanya.

Sebelumnya, Satuan Petugas (Satgas) Anti Rentenir Kota Bandung mencatat sebanyak 7.321 orang warga terjerat rentenir dan pinjaman online (pinjol) ilegal sepanjang periode tahun 2018 hingga 2021. Sebanyak 4.000 warga di antaranya terjerat oleh pinjol ilegal.

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Resmi! Kota Bandung Larang Perayaan Tahun Baru

Jumat, 3 Desember 2021 | 16:52 WIB

Angka Pengangguran Kota Bandung Bertambah 3%

Jumat, 3 Desember 2021 | 10:50 WIB

Lokasi Ganjil Genap Bandung Ditambah, Catat Titiknya!

Kamis, 2 Desember 2021 | 13:02 WIB

Pedagang Kaki Lima: Dapat Durian Runtuh di Demo Buruh

Kamis, 2 Desember 2021 | 09:57 WIB

9.000 ODHA Belum Terdata Dinkes Kota Bandung

Rabu, 1 Desember 2021 | 14:41 WIB
X