Ribuan Keping KTP di Kota Cimahi Dibakar, Ada Apa?

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 21:35 WIB
Disdukcapil Kota Cimahi membakar hangus ribuan keping KTP. Langkah tersebut dilakukan untuk pemusnahan KTP-el yang rusak atau invalid. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Disdukcapil Kota Cimahi membakar hangus ribuan keping KTP. Langkah tersebut dilakukan untuk pemusnahan KTP-el yang rusak atau invalid. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi membakar hangus ribuan keping Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), Rabu 13 Oktober 2021.

Jumlah KTP-el yang dibakar mencapai 3.924 keping. Rinciannya, sebanyak 2.163 keping KTP-el rusak, 8 keping KTP-el gagal cetak, sebanyak 1.000 keping KTP-el berubah elemen, sebanyak 621 keping KTP-el pindah datang serta sebanyak 122 keping KTP-el gagal encode.

Langkah tersebut dilakukan untuk pemusnahan KTP-el yang rusak atau invalid sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 104 Tahun 2019 tentang Pendokumentasian Administrasi Kependudukan.

Baca Juga: 15 Rekomendasi HP NFC Murah 2021 Terbaik Redmi hingga Samsung, Mulai 1 Jutaan!

"Hari ini kita lakukan pemusnahan KTP-el. Totalnya ada sebanyak 3.924 keping," terang Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Disdukcapil Kota Cimahi, Rosi Desrita disela-sela pemusnahan.

Dikatakan Rosi, semua KTP-el yang dimusnahkan kali ini sudah tidak terpakai lagi. Sebab semua pemiliknya sudah mengantongi KTP-el yang baru sesuai pengajuan dari warga yang bersangkutan.

Dirinya mencontohkan, seperti KTP-el yang rusak dan pindah datang maka akan dicetak KTP baru. Sementara KTP lamanya harus dimusnahkan. "Jadi memang kalau KTP yang invalid kayak gitu ada penggantian, kemudian yang lamanya harus dimusnahkan," tegasnya.

Kepala Bidang Pendataan dan Pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil Kota Cimahi Dewi Sulatri menambahkan, pemusnahan KTP-el dengan cara dibakar ini merupakan amanat dari Permendagri Nomor 104 tentang Pendokumentasian Administrasi Kependudukan.

"Jika ada dokumen yang tidak valid yang disebabkan karena gagal encode, rusak, gagal cetak, atau perubahan elemen data, dokumen itu dimusnahkan dengan cara dibakar dan dilengkapi dengan berita acara pemusnahan dokumen tidak valid," jelas Dewi.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siswa Belum Vaksin di Cimahi Dilarang Ikut PTM

Senin, 25 Oktober 2021 | 18:54 WIB

Cara Buat Kartu Kuning AK1 untuk Pencari Kerja

Minggu, 24 Oktober 2021 | 11:00 WIB
X