Penjualan Kaca Mata Anak Meningkat selama Pandemi, Ini Penyebabnya!

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 17:03 WIB
ilustrasi -- penurunan kesehatan mata anak belakang ini menjadi perhatian khusus para orang tua. Pasalnya, selama pandemi, penggunaan gawai menjadi penyebab banyak anak mengalami gangguan penglihatan. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
ilustrasi -- penurunan kesehatan mata anak belakang ini menjadi perhatian khusus para orang tua. Pasalnya, selama pandemi, penggunaan gawai menjadi penyebab banyak anak mengalami gangguan penglihatan. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

penurunan kesehatan mata anak belakang ini menjadi perhatian khusus para orang tua. Pasalnya, selama pandemi, penggunaan gawai menjadi penyebab banyak anak mengalami gangguan penglihatan.

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- penjualan kaca mata anak dalam beberapa bulan terakhir mengalami peningkatan. Penggunaan gawai diduga menjadi salah satu penyebab banyak anak mengalami gangguan penglihatan.

Beben, salah seorang penjual kacamata di Soreang, Kabupaten Bandung mengaku dalam beberapa bulan terakhir dia banyak melayani pemeriksaan dan pemesanan kacamata buat anak.

"Memang akhir-akhir ini banyak pelanggan anak-anak. Kebanyakan karena mata minus," ujar Beben, Selasa 12 Oktober 2021.

Baca Juga: Ciri-Ciri Sakit Pinggang Karena Ginjal, Kenali Agar Tak Keliru!

Sebagian besar, orang tua sengaja datang untuk memeriksa mata anaknya karena mengalami keluhan penglihatan. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui anak tersebut mengalami mata minus.

Dari beberapa pelanggannya, Beben mengatakan, anak yang terkena mata minus tersebut sebagian besar terlalu sering menggunakan telepon genggam, baik untuk belajar daring maupun bermain game.

"Mungkin karena terlalu sering melihat HP, jadinya penglihatannya terganggu. Karena setahun lebih tidak sekolah, mungkin banyak anak-anak yang terlalu sering main HP," ujarnya.

Jika dipersentasekan, kata Beben kenaikan penjualan kaca mata anak mencapai 20-30%.

Apabila mendapat pelanggan anak-anak, Beben mengatakan biasanya dirinya menawarkan kaca mata jenis blue blok yang bisa mereduksi sinar biru berbahaya dari gawai.

"Kalau sudah kecanduan, anak memang susah dihindari menggunakan HP. Lebih baik menggunakan kacamata blue block supaya mengurangi efek negatif dari cahaya biru dari telepon," terangnya.

Baca Juga: 26 Daftar Harga HP Oppo Terbaru 2021

cara menjaga kesehatan mata anak dengan metode 20:20

Kesehatan mata anak harus dijaga selama masa pandemi. Hal ini karena mau tidak mau anak akan lebih sering menggunakan gadget baik untuk kelas virtual atau pun sekadar bermain. Lantas, bagaimana menjaga kesehatan mata anak di tengah pandemi ini?

Dokter spesialis mata, Zoraya Ariefia Feranthy SpM, mengatakan, untuk menjaga kesehatan mata, anak baiknya menggunakan metode 20:20 daripada membatasi durasi pemakaian gadget per hari.

"Metode 20:20 ini maksudnya setiap 20 menit melihat layar atau buku, anak harus dihentikan untuk disuruh lihat objek yang jauh atau di atas enam meter dan 20 detik beristirahat. Memang repot sih tapi memang peraturannya begitu," kata Zoraya dalam Instagram Live "Menjaga Kesehatan Mata Anak di Era Digital", beberapa waktu lalu.

Setelah 20 menit anak bermain gadget, menonton TV, atau membaca buku, ajaklah dia beristirahat sejenak dengan melihat objek yang di luar rumah. Saat anak bermain gim, Anda juga bisa membuat peraturan bahwa setiap menyelesaikan satu level, maka dia harus beristirahat.

Baca Juga: Rekomendasi 48 HP Samsung Terbaru Oktober 2021, Lengkap dengan Harga dan RAM!

Cara seperti ini, menurut Zoraya, lebih tepat dibanding memberi jatah waktu per hari. Aturan 20:20 juga penting diketahui oleh para guru yang mengajar melalui kelas virtual. Sebab biasanya, anak-anak akan lebih mematuhi apa yang disampaikan oleh gurunya.

"Ini bisa dijadikan saran pada saat e-learning, gurunya bisa menyuruh untuk lihat ke jendela atau sudut yang paling jauh dari ruangan itu. Kalau dipandu sama ibu guru, anak-anak pasti menurut karena enggak mungkin sih untuk enggak pegang gadget," kata Zoraya.

Zoraya juga menyampaikan, mata yang dipaksa untuk fokus melihat jarak dekat dan lebih dari 20 menit dapat menyebabkan mata minus. Mata yang dirangsang terus penglihatannya akan menambah minus.

"Ini bukan masalah gelap atau terang, yang harus dibatasi itu penglihatan jauh-dekatnya, karena mata kita jadi bekerja keras," ujar Zoraya.

Sebaliknya, andaikan untuk periode pendek, menurut Zoraya, tidak masalah. Kalau lebih dari 20 menit, itu yang harus diwaspadai.

Baca Juga: 4 Cara Menurunkan Gula Darah Tinggi Setelah Makan, Tak  Perlu Mahal!

"Karena itu bisa menyebabkan mata minus," ujarnya.

Demikian Informasi terkait penurunan kesehatan mata anak akibat penggunaan gawai yang berlebihan selama pandemi.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DBHCHT Kabupaten Bandung Memiliki Nilai Manfaat

Jumat, 3 Desember 2021 | 15:46 WIB

Pemadaman Listrik Bandung Hari Ini 3 Desember 2021

Jumat, 3 Desember 2021 | 10:00 WIB

Kecelakaan di Jalan Kopo-Soreang, Dua Remaja Tewas

Kamis, 2 Desember 2021 | 17:37 WIB

UMK Kabupaten Bandung 2022 Tidak Naik!

Rabu, 1 Desember 2021 | 12:54 WIB

Ribuan Orang Ikuti Gebyar Vaksinasi Polresta Bandung

Selasa, 30 November 2021 | 16:40 WIB

Pemadaman Listrik Hari Ini di Bandung 30 November 2021

Selasa, 30 November 2021 | 09:47 WIB
X