Kasus Kekerasan terhadap Anak Meningkat Selama Pandemi

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 13:41 WIB
Kasus kekerasan kepada anak meningkat selama pandemi. Hal ini disampaikan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).  (Pixabay/Gerd Altmann)
Kasus kekerasan kepada anak meningkat selama pandemi. Hal ini disampaikan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A). (Pixabay/Gerd Altmann)
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Kasus kekerasan kepada anak meningkat selama pandemi. Hal ini disampaikan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A). 
 
Menurut data DP3A, selama pandemi terhitung dari awal tahun 2021 hingga September, tercatat ada 100 kekerasan terhadap anak.
 
Angka ini menjadi angka tertinggi dibandingkan kasus kekerasan lainnya. 
 
Kasus kekerasan terhadap anak menempati urutan pertama mengalahkan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di posisi kedua dan kasus kekerasan pada perempuan di urutan ketiga. 
 
Meski begitu, meningkatnya kasus kekerasan kepada anak di Kota Bandung terfokus pada kekerasan psikis. 
 
"Tetapi kekerasan yang paling tinggi adalah jenisnya psikis gitu. Oleh karena itu kami lakukan pendampingan konseling yang terus yang memang kami lakukan secara rutin," ujar Rita pada Selasa, 12 Oktober 2021.
 
 
Dengan itu, semua kasus yang datang tercatat pihaknya bisa terselesaikan dengan baik.
 
"Kalau di Kota Bandung, kekerasan terhadap anak paling tinggi dan jenis kekerasan psikis itu seperti bully yang gitu-gitu lah jadi bukan bukan fisik bukan seks," jelas Rita.
 
Rita melanjutkan, kasus perundungan biasanya pelaku adalah orang orang terdekat korban. 
 
"Variatif ada dengan sesama temannya orang tuanya gitu ada banyak pelakunya mah, dengan orang terdekat. Biasanya karena temannya tapi orang tua juga ada. Terjadinya di lingkungan sekitar jelas itu mah kalo psikis," pungkasnya.  
 

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ratusan Sekolah di Bandung Siap Gelar PTMT Gelombang 3

Selasa, 7 Desember 2021 | 15:11 WIB
X