Indonesia Power Dukung Upaya Konservasi Lokasi Fosil Gajah di Waduk Saguling

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 10:16 WIB
Penemuan tulang di Waduk Saguling yang teridentifikasi sebagai fosil gajah memberikan kebahagiaan bagi para peneliti dan Paleontolog. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Penemuan tulang di Waduk Saguling yang teridentifikasi sebagai fosil gajah memberikan kebahagiaan bagi para peneliti dan Paleontolog. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- PT Indonesia Power UP Saguling mendukung upaya konservasi lokasi penemuan fosil gajah di pulau Sirtwo Island Waduk Saguling, di Kampung Suramanggala RT 01 RW 01 Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Diketahui, wilayah Sirtwo Island merupakan lahan PLTA Saguling yang dikelola oleh perusahaan plat merah PT Indonesia Power. Meski dalam praktiknya bergerak di bidang kelistrikan, Indonesia Power mengaku siap mendukung upaya konservasi dan penelitian lebih lanjut terkait fosil tersebut.

"Pasti kita mendukung, walaupun kita bergerak di bidang pembangkit tenaga listrik, kami juga mendukung segala kegiatan dari pemerintah warga sekitar dan pengembangan ilmu pengetahuan," kata Supervisor Senior (SPS) Humas & Keamanan Budi Wahyudi, Selasa 12 Oktober 2021.

Baca Juga: Lokasi Penemuan Fosil Gajah Dijaga Ketat 24 Jam

Baca Juga: Tulang di Waduk Saguling Ternyata Fosil Gajah, Peneliti Bahagia Temukan 'Harta Karun'

Budi menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya bakal menggelar pertemuan dengan bagian sejarah dan cagar budaya dari Disbudpar KBB. Hal itu dilakukan guna memetakan langkah ke depan terkait upaya konservasi, pengembangan wisata, hingga penelitian lanjutan.

"Untuk sementara kami belum bisa memutuskan untuk ke depannya bagaimana, hanya saja kami itu sedang berkordinasi dengan pihak terkait bagian cagar budaya dan sejarah Disparbud KBB," tambahnya.

Semula pihak Indonesia Power berencana melakukan pemasangan garis polisi di pulau tersebut sebagai upaya pelindungan. Namun, karena ada masukan dari beberapa pihak khawatir memancing rasa penasaran publik langkah itu dibatalkan.

"Memang sudah ada arahan dari kasi sejarah dan cagar budaya untuk dipasang police line. Hanya saja begitu tim kami turun ke lapangan kemarin hari minggu dari tim keamanan sudah turun untuk cek lokasi ada arahan di lapangan beda lagi oleh peneliti. Khawatir, justru malah mengundang banyak warga," paparnya.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Misteri Usia Fosil Kerbau Purba di Bandung Barat

Minggu, 16 Januari 2022 | 19:53 WIB
X