Kesaksian Veteran Bandung, Bersitegang dengan Petugas Berlinggis, Tergusur di Lahan PT KAI

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 07:05 WIB
Pihak PT KAI menanggapi terkait aksi warga Anyer Dalam yang melakukan blokade jalan serta unjuk rasa di sekitar area penggusuran.  (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Pihak PT KAI menanggapi terkait aksi warga Anyer Dalam yang melakukan blokade jalan serta unjuk rasa di sekitar area penggusuran. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)

BATUNUNGGAL, AYOBANDUNG.COM -- Kisruh penertiban lahan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI menyisakan cerita memilukan. Salah satu korban terdampak yaitu Mrih Lestari, pada Senin, 4 Oktober 2021 harus mengalami kejadian yang menyisakan trauma.

Mrih digusur paksa oleh pihak yang diberi kewenangan oleh PT KAI. Tempat tinggal yang ia huni sejak 1966 kini rata dengan tanah. Mirisnya, hal ini dilakukan ketika proses gugatan di pengadilan masih berjalan.

Bukan tanpa alasan, ia meninggali rumah yang berdiri di tanah PT KAI tersebut karena warisan dari orang tuanya dahulu. Mrih menceritakan, mendiang ayahnya berjasa saat melakukan pembersihan PKI di Kota Bandung. Dengan jasa itu, Ayahnya mendapat penghargaan dari PT PJKA (PT KAI) dan Pangdam pusat serta diberikan surat izin untuk menempati lahan tersebut.

Baca Juga: Tanggapan PT KAI Terkait Aksi Warga di Jalan Anyer Dalam

Namun siapa sangka, pada akhirnya rumah yang penuh dengan sejarah itu kini sudah hilang rata dengan tanah.

Kronologi Penggusuran versi Mrih

Menurut pengakuan Mrih, sekitar pukul 08.00 pagi rumah kediamannya disambangi oleh puluhan petugas yang akan menertibkan bangunannya. Awalnya, Mrih sedang mencuci baju di kamar mandi. Namun, tiba-tiba ia mendengar suara ramai di garasi depan rumahnya.

"Saya menuju garasi, dilihat pintu sudah terbuka, garasi depan terbuka dan pintu darurat kecil sudah terbuka," ujar Mrih pada Senin, 11 Oktober 2021.

Melihat sudah ada orang yang masuk tanpa sepengetahuannya, ia lantas bertanya asal dan dari mana kepada petugas tersebut serta mempertanyakan mengapa masuk tanpa izin. Lalu sang petugas menjawab pihaknya merupakan utusan dari PT KAI.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X