Ratusan Hektare Lahan Pertanian di KBB Tak Digarap, Ini Alasannya

- Senin, 11 Oktober 2021 | 17:01 WIB
200 lahan pertanian di Kabupaten Bandung Barat dibiarkan tak digarap karena hujan di daerah itu tak kunjung turun. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
200 lahan pertanian di Kabupaten Bandung Barat dibiarkan tak digarap karena hujan di daerah itu tak kunjung turun. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Sekitar 200 hektare lahan pertanian di Tanjungjaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat dibiarkan tak digarap karena hujan di daerah itu tak kunjung turun.

Kepala Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cihampelas, Tintin Marlina mengatakan pertanian di Desa Tanjungjaya merupakan area tadah hujan.

Sehingga ketika musim kemarau praktis tidak ada pasokan air yang cukup ke sawah dan ladang milik warga. Akhirnya para petani membiarkan lahan pertanian mereka tidak digarap.

Baca Juga: Ratusan Hektare Sawah di Baleendah Terancam Puso, Ini Penyebabnya

"Ada sekitar 200 hektare lahan pertanian di sini yang terimbas musim kemarau. Ada di beberapa kampung seperti di RW 8, 3, 9, Kampung Jalitri, Mareleng, Sawahlega, dan Sukatengah," katanya, Senin 11 Oktober 2021.

Dijelaskannya, sejak lama petani yang ada di wilayahnya memang hanya mengandalkan musim hujan. Biasanya dalam setahun mereka melakukan dua kali panen.

Namun karena kondisi kekeringan yang dari tahun ke tahun semakin parah, paling kini disiasati dengan menanam palawija. Atau jika tidak ada modal, membiarkan lahannya tidak terawat.

Baca Juga: Gejala Asam Lambung Naik, Waspadai 5 Kondisi Ini

Diwilayahnya kini tidak ada irigasi yang bisa mengairi sawah di musim kemarau. Sebelumnya air irigasi yang bersumber dari air di Curug Jompong pernah mengairi sawah di Tanjungjaya.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pendidikan Islam Melahirkan SDM Unggul dan Berkualitas

Selasa, 7 Desember 2021 | 15:24 WIB
X