Penggusuran Rumah oleh PT KAI Bikin Warga Marah, Tanah Cuma Rp250 Ribu per Meter

- Senin, 11 Oktober 2021 | 14:04 WIB
Wacana penggusuran rumah di Jalan Anyer Dalam oleh PT Kereta Api Indonesia berbuntut panjang. Rumah permenan hanya dihargai Rp250 ribu per meter. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Wacana penggusuran rumah di Jalan Anyer Dalam oleh PT Kereta Api Indonesia berbuntut panjang. Rumah permenan hanya dihargai Rp250 ribu per meter. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)

BATUNUNGGAL, AYOBANDUNG.COM — Wacana penggusuran rumah di Jalan Anyer Dalam oleh PT Kereta Api Indonesia berbuntut panjang.

Sebanyak 22 rumah di RT 05 dan 06 RW 04, Kelurahan Kebonwaru, Kota Bandung, ini masuk ke dalam wacana penggusuran

Sebelumnya, pada 4 Oktober 2021 lalu, penggusuran awal telah dilakukan di Jalan Sukabumi No 28. Bangunan yang menjadi lokasi berjualan Sate ABG ini kini sudah rata dengan tanah

Penggusuran ini terjadi karena PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Wika) telah menyepakati optimalisasi aset lahan kerja sama Gudang Persediaan PT KAI seluas 20 hektare  berikut bangunan cagar budaya (Heritage) di atasnya selama 50 tahun ke depan.

Wika melalui anak usahanya Wika Realty akan menghadirkan Laswicity Heritage atau L-Heritage sebagai destinasi ruang publik baru Kota Bandung untuk beraktivitas dan berkreativitas di tatanan normal yang baru.

Menurut Kuasa Hukum warga Anyer Dalam Tarid Febriana, pihaknya sudah mengajukan gugatan terkait masalah ini. Warga mengajukan Gugatan ini pada 30 Agustus 2021.
 
Tarid menambahkan, aksi warga Anyer Dalam ini tak lain menuntut agar hak warga terdampak bisa dipenuhi secara adil. 
 
"Warga ingin mencari keadilan, warga tidak ingin harus keluar dari rumah mereka dan bangunannya dibongkar. Dengan ganti rugi yang tidak sesuai. Terutama pihak PT KAI tidak pernah menunjukkan bukti apapun atas lahan yang mereka (PT KAI) klaim," ujar Tarid pada Senin, 11 Oktober 2021.
 
Meski begitu, pihaknya menyayangkan aksi pembongkaran sepihak oleh PT KAI pada 4 Oktober lalu. 
 
"Salah satu penggugat di Jalan Sukabumi No 28 dilakukan penertiban, pembongkaran secara paksa oleh pihak PT KAI. Itu yang kita sayangkan, sedangkan gugatan masih berjalan," lanjut Tarid. 
 
Wacana penggusuran rumah di Jalan Anyer Dalam oleh PT Kereta Api Indonesia berbuntut panjang. Rumah permenan hanya dihargai Rp250 ribu per meter. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
 
Selanjutnya, terkait aksi warga yang berkumpul di depan akses masuk Jalan Anyer Dalam ini bukan tanpa alasan.
 
Warga khawatir rumahnya akan ditertibkan secara tiba-tiba setelah sebelumnya diberikan peringatan melaui pesan Whatsapp oleh pihak PT KAI

Tarid mengatakan, alasan lain warga enggan rumahnya dibongkar karena uang kompensasi yang dijanjikan PT KAI jauh dari kata mencukupi.

Untuk rumah semi permanen, warga hanya ganti rugi mendapat Rp200 ribu per meter. Sedangkan rumah permenan hanya Rp250 ribu per meter.

Baca Juga: KCIC Bantah Lakukan Penggusuran Bangunan Bersejarah di Padalarang KBB

Dengan nominal tersebut, warga tidak akan mendapat rumah pengganti ketika harus meninggalkan tempat tinggalnya saat ini. 

"Zaman sekarang di mana dapat lahan Rp250 ribu per meter?" ujarnya. 

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Update Omicron Kota Bandung, 80 Kontak Erat Dites PCR

Senin, 24 Januari 2022 | 13:17 WIB

Kasus 6 Omicron Bandung Tersebar, Ini Update Terbaru

Senin, 24 Januari 2022 | 13:09 WIB

Kasus Covid Bandung Naik Dua Kali Lipat dalam 4 Hari

Senin, 24 Januari 2022 | 10:42 WIB

Dinkes Catat 3.743 Kasus DBD Bandung Sepanjang 2021

Minggu, 23 Januari 2022 | 13:45 WIB
X