Wayang dari Sampah, Alat Pembelajaran Unik di Sekolah

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 15:31 WIB
Sampah botol plastik dan bekas kertas pakai ternyata bisa jadi alat pembelajaran sekolah, dengan membuat wayang Tavip. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)
Sampah botol plastik dan bekas kertas pakai ternyata bisa jadi alat pembelajaran sekolah, dengan membuat wayang Tavip. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

Sampah botol plastik dan bekas kertas pakai ternyata bisa jadi alat pembelajaran sekolah, dengan membuat wayang Tavip.

KERTASARI, AYOBANDUNG.COM — Satu persatu botol plastik bekas air kemasan diambil seorang pemulung lusuh dari sebuah tempat sampah di Komplek perumahan.

Pemandangan yang biasa terlihat sehari-hari, walau terkadang aktivitas mempertahankan hidup orang pinggiran tersebut membuat kesal, ketika sampah menjadi berceceran.

Bagi sebagian orang, botol plastik menjadi sampah. Namun untuk sebagian lagi justru menjadi tumpuan hidup, bahkan bisa menjadi alat pembelajaran di sekolah di sebuah saung.

Jauh dari aktivitas pemulung sampah di komplek perumahan yang tadi, belasan remaja terlihat sibuk di saung itu.

Saung tersebut berada tepat di pinggir lapangan Madrasah Aliyah Karya Bakti, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Matahari sedang berada di puncak ubun-ubun ketika belasan siswa yang tidak mengenakan seragam sekolah tersebut terlihat khusyuk dengan pelbagai peraltan.

Botol-botol plastik bekas kemasan air mineral  yang telah digunting disetrika, selembar kertas karton dijadikan pelapis agar bagian metal dari setrika tidak menempel dengan botol plastik yang sedang diratakan dengan cara distrika tersebut.

Botol-botol plastik bekas kemasan air kemasan tersebut menjadi pipih dan datar. Botol plastik yang telah berubah menjadi datar tersebut kemudian disimpan di atas sebuah pola bergambar manusia. Dengan hati-hati, seorang pelajar menggambah dengann mengikuti pola yang telah dibuat.

Dibawah panduan beberapa orang, siswa-siswa tersebut melakukan pekerjaan. Terik matahari, tidak membuat mereka leha-leha, justru terlihat khusyuk mengikuti arahan dari para mentornya.

Mereka adalah siswa-siswa Madrasah Aliyah Karya Bakti yang sedang mengikuti pelatihan pembuatan wayang Tavip. Sebuah wayang inovasi terbuat dari sampah plastik dan kertas bekas.

Setiap akhir pekan, pencipta Wayang Tavip yakni M Tavip bersama timnya melatih siswa-siswa di Madrasah Aliyah Karya Bakti untuk membuat wayang.

"Saya sedang ada program Pengabdian Kepada Masyarakat, dari kampus" ujar M. Tavip yang merupakan Dosen Institute Seni dan Budaya Bandung.

Bukan hanya dilatih membuat wayang, siswa juga diajarkan bagaimana memainkan wayang buah karyanya sendiri. Mereka akan menjadi seorang dalang dalam cerita yang dibuat.

Wayang Tavip memang memberi kebebasan dalam cerita yang disuguhkan. Tidak harus berasal dari cerita Mahabrata, namun pelbagai cerita bisa dibuat, bahkan cerita sendiri sekalipun.

Terlepas dari program pengabdian kepada masyarakat, faktanya, belasan anak pelajar Madrasah Aliyah Karya Bakti yang dilatih membuat wayang justru terlihat menikmati proses pembuatan wayang tersebut.

"Sangat menarik, bisa mengolah sampah menjadi sebuah wayang inovasi," ujar Sani, salah seorang siswa.

Botol plastik dan kertas bekas pakai yang menjadi media pembuatan wayang memang kerap menjadi masalah lingkungan.

Di Kabupaten Bandung, sekitar 1.000 ton sampah diproduksi setiap harinya, sebagian besarnya merupakan sampah plastik dan styrefoam.

Tidak jarang, sampah plastik menjadi sumber pencemaran di Sungai Citarum. Pembuatan wayang Tavip pun dianggap Sani sebagai salah satu solusi, untuk mengurangi sampah yang biasa dibuang tersebut.

Selain sebagai sarana untuk mengasah kreativitas, pelatihan pembuatan wayang Tavip, Madrasah Aliyah Karya Bakti, justru memiliki pemikiran yang lebih maju. Menjadikan wayang sebagai media pembelajaran bagi siswanya.

"Rencananya akan dijadikan ekstra kurikuler," ujar Kepala Sekolah Dadan A Hamdan.

Kebebasan cerita yang bisa dibawakan, dijadikan sebagai kekuatan dalam proses pembelajaran. Siswa yang terlibat dalam ekstra kurikuler tersebut secara tidak langsung akan diasah membuat sebuah cerita yang bermanfaat.

Dari sisi mental juga akan terbentuk sebuah keberanian untuk tampil di depan umum membawakan cerita sendiri dan keahlian dalam memainkan wayang, memainkan alat musik dan keterampilan lainnya.

Baca Juga: Bisnis Truk Oleng Bikin Perajin Wayang Golek Bandung Barat 'Hidup' Lagi

"Bagi siswa yang menyaksikan juga nantinya akan ada pesan yang diterima untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Dengan kata lain, dari seonggok sampah yang mengotori bumi, bisa menjadi bermanfaat jika diolah dengan benar dan tujuan yang bagus.

Pementasan pertama wayang Tavip Madrasah Aliyah Karya Bakti tersebut rencananya akan dipentaskan saat memperingati Hari Santri Nasional pekan ketiga Oktober 2021 ini. [*]

Baca Juga: Jatuh Bangun Wayang Golek Bandung Barat, Dihantam Pandemi dan Kalah Tenar dari Mainan Modern

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kredit Mesra Jabar Perlebar Layanan hingga ke Bali

Selasa, 18 Januari 2022 | 21:22 WIB
X