Kondisi Situ Sipatahunan Makin Buruk: Tanaman Liar Tumbuh, Sawah Jadi Kering

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 16:05 WIB
Warga beraktivitas di Situ Sipatahunan, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis 7 Oktober 2021. Sudah sekitar satu tahun, situ yang menjadi objek wisata serta tempat hidup hewan air tersebut dikeringkan. Pengeringan tersebut berdampak pada sumber air warga yang hidup di sekitar Situ Sipatahunan. Kini, Kondisinya nyaris kering, tumbuhan liar mulai tumbuh di sekitar situ yang memiliki luas 10 hektare tersebut rencana proyek revitalisasi untuk di jadikan kawasan wisata air yang juga tak kunju (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Warga beraktivitas di Situ Sipatahunan, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis 7 Oktober 2021. Sudah sekitar satu tahun, situ yang menjadi objek wisata serta tempat hidup hewan air tersebut dikeringkan. Pengeringan tersebut berdampak pada sumber air warga yang hidup di sekitar Situ Sipatahunan. Kini, Kondisinya nyaris kering, tumbuhan liar mulai tumbuh di sekitar situ yang memiliki luas 10 hektare tersebut rencana proyek revitalisasi untuk di jadikan kawasan wisata air yang juga tak kunju (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BALEENDAH, AYOBANDUNG.COM — Situ Sipatahunan di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, sudah tak nyaman lagi seperti dulu.

Ketika Ayobandung.com melihat langsung ke lokasi pada Kamis, 7 Oktober 2021, ia tak layak disebut danau. Bukan tanpa sebab, karena air pun hampir tak ada.

Sudah sekitar satu tahun, situ yang menjadi objek wisata serta tempat hidup hewan air tersebut dikeringkan.

Pengeringan tersebut berdampak pada sumber air warga yang hidup di sekitar Situ Sipatahunan.

Kini, Kondisinya nyaris kering, tumbuhan liar mulai tumbuh di sekitar situ yang memiliki luas 10 hektare tersebut.

Rencana proyek revitalisasi untuk di jadikan kawasan wisata air yang juga tak kunjung direalisasikan.

Puluhan Hektar Sawah di Baleendah Kekeringan

Warga beraktivitas di Situ Sipatahunan, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis 7 Oktober 2021. Sudah sekitar satu tahun, situ yang menjadi objek wisata serta tempat hidup hewan air tersebut dikeringkan. Pengeringan tersebut berdampak pada sumber air warga yang hidup di sekitar Situ Sipatahunan. Kini, Kondisinya nyaris kering, tumbuhan liar mulai tumbuh di sekitar situ yang memiliki luas 10 hektare tersebut rencana proyek revitalisasi untuk di jadikan kawasan wisata air yang juga tak kunju (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Kepala Dinas Pertanian Kabupten Bandung Tisna Umaran menyayangkan pengeringan Situ Sipatahunan di Baleendah, Kabupaten Bandung yang sudah satu tahun terakhir dikeringkan.

Tisna mengaku, baru mengetahui kondisi Situ Sipatahunan yang dikeringkan sejak tahun lalu.

Padahal danau buatan tersebut diperuntukkan sebagai tadah hujan yang airnya digunakan untuk mengairi lahan pertanian.

"Saya baru dengar jika Situ Sipatahunan dikeringkan. Sangat disayangkan," ujar Tisna, Selasa 5 Oktober 2021.

Kalaupun alasan Situ Sipatahunan dikeringkan karena ada kerusakan, seharusnya menurut Tisna, sebelum melakukan pengeringan mesti dipertimbangkan secara matang.

"Kalau ada rencana pembangunan fisik, harusnya terencana dengan baik. Harus ada kompensasi kepada petani dengan jaminan waktu penyelesaian," katanya.

Namun jika hanya dikeringkan tanpa ada progres pembangunan fisik, dampak lebih luas akan dirasakan oleh masyarakat sekitar, terutama petani di Kecamatan Baleendah.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jalan Ali Sadikin Diusulkan Jadi Nama Tol Cisumdawu

Selasa, 25 Januari 2022 | 10:37 WIB

Perbedaan SPBU, Pertashop, dan Pertamini

Jumat, 21 Januari 2022 | 13:59 WIB
X