Audrey Zahra Dulu Hobi Voli, malah Sumbang Medali Emas di Cabor Tembak

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 20:01 WIB
Audrey Zahra (tengah) atlet cabang olahraga menembak dalam PON Papua berhasil menyumbangkan 2 emas untuk Jawa Barat.
Audrey Zahra (tengah) atlet cabang olahraga menembak dalam PON Papua berhasil menyumbangkan 2 emas untuk Jawa Barat.

BALEENDAH, AYOBANDUNG.COM — Audrey Zahra, atlet cabang olahraga menembak dalam PON Papua berhasil menyumbangkan 2 emas untuk Jawa Barat.

Uniknya, ternyata baru beberapa tahun ini ia menggeluti hobi menembak. Olahraga yang sebelumnya digeluti justru bola voli.

AIPDA Haradea, ayah dari Audrey, mengatakan, pada mulanya anaknya memang hobi bermain voli. Sejak kelas 5 SD, Audrey sudah dididik voli di sebuah klub.

"(jadi atlet menembak) justru tidak sengaja, kelas 5 SD itu dididik voli. Malah awal-awalnya mahir bermain voli," ujar Haradea, Rabu 6 Oktober 2021.

Hobi bermain voli berlanjut sampai SMP. Di SMPN 1 Baleendah, Audrey turut dalam tim voli yang mengikuti O2SN dari sekolahnya.

Saat bertanding dalam O2SN, Audrey pun sering diberi dispensasi tidak masuk sekolah.

"Karena voli itu tim, kalau ada anggota tim jarang latihan kan kelihatan, mainnya kurang kompak jadi sering kalah," ujarnya.

Setiap senin, tim voli Audrey selalu ditanya oleh pihak sekolah terkait hasil pertandingan dalam O2SN. Namun jawaban yang sering diberikan adalah kekalahan.

Merasa malu karena sering meminta dispensasi dari sekolah, namun hanya kekalahan yang didapat, Audrey mengutarakan kepada orang tuanya untuk pindah ekstra kurikuler.

Haradea yang berprofesi sebagai polisi, memiliki seorang teman di Polres Cimahi yang menyebutkan jika di Cisangkan Kota Cimahi ada latihan menembak.

Program latihan menembak itu bahkan boleh diikuti sejak usia dini.

"Iseng, saya bawa Audrey ke Cisangkan. Alhamdulillah, awalnya hanya coba-coba, ternyata dia minat," ujarnya.

Bakat Audrey dalam menembak sudah terlihat sejak awal. Baru latihan 3 bulan, kemampuan menembaknya sudah melebihi teman-temannya yang telah berlatih bertahun-tahun.

Ketika baru 3 bulan latihan, Audrey terpilih dalam seleksi kejuaraan menembak di Kalimantan untuk mewakili Jawa Barat.

Dalam seleksi tersebut, Audrey menyingkirkan temannya yang telah berlatih menembak selama 5 tahun.

Bakat Audrey dimungkinkan diturunkan oleh kakeknya. Menurut Haradea, ayahnya adalah seorang pelatih tembak di AURI.

Padahal, selama hidupnya, Haradea tidak pernah mengajarkan kemampuan menembak kepada Audrey.

"Orang di Kampung memang bilang ada tetesan darah dari kakeknya. Padahal ayah saya wafat ketika Audrey masih berusia sekitar 5 tahun," imbuhnya.

Baca Juga: Audrey Zahra Diyakini Bisa Sumbang Emas Lagi untuk Jabar di PON Papua

Tidak hanya itu, walau Haradea yang seorang polisi, kemampuan menembaknya tidak menonjol seperti Audrey.

"Kemampuan menembak saya rata-rata. Memang saat lulus SPN, saya sudah mengantongi sertifikat. Mungkin karena Audrey cekatan dan cepat menangkap apa yang disampaikan pelatih," ujarnya.

Saat ini kata Haradea, Audrey berstatus sebagai atlet Kota Bogor. Terlepas dari itu, dia berharap agar putrinya bisa lebih mengharumkan nama Jawa Barat dalam PON Papua dengan kembali mendapatkan medali dalam tiga pertandingan yang akan dijalankannya. [*]

Baca Juga: Bangga! Siswa SMAN 1 Baleendah Putri Bhabinkamtibmas Sumbang Dua Emas di PON XX PAPUA

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jalan Ali Sadikin Diusulkan Jadi Nama Tol Cisumdawu

Selasa, 25 Januari 2022 | 10:37 WIB
X