Musim Hujan, Dinkes Kota Bandung Imbau Warga Waspada DBD dan TBC

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 19:09 WIB
Nyamuk aedes aegypti penyebab DBD (Demam berdarah dengue) (Pixabay)
Nyamuk aedes aegypti penyebab DBD (Demam berdarah dengue) (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Kota Bandung saat ini sudah masuk musim hujan, bahkan tidak jarang hujan turun dengan intensitas yang tinggi.

Melihat hal tersebut Dinas Kesehatan Kota Bandung mengimbau warga terhadap adanya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanagara mengatakan, bahwa saat ini Kota Bandung selalu diguyur hujan. Menurutnya, hal tersebut harus diwaspadai oleh masyarakat karena akan menimbulkan genangan.

"Sekarang yang harus waspada adalah DBD. Karena biasanya muncul pada saat ini hujan, kadang hilang. Kemudian nantinya ada genangan air dan menghadirkan jentik nyamuk. Kalau DBD kan selalu ada sepanjang tahun. Jadi itu yang harus kita waspadai," ujar Ahyani dalam acara Bandung Menjawab di Balaikota Bandung pada Selasa, 5 Oktober 2021.

Pihaknya menjelaskan setiap harinya selalu ada laporan terkait DBD di Kota Bandung. Namun, kata dia, jumlah penularannya dengan tahun lalu dinilai tidak ada lonjakan.

"DBD menular dengan cepat sesuai dengan musim," katanya.

"Datanya itu kan yg termasuk potensi wabah, jadi setiap hari ada laporan. Kalau DBD jika dibandingkan tahun lalu pada bulan yg sama tidak ada kenaikan kasus. Tapi memang kasusnya ya gitu, tinggi ada, saya kira sama dengan tahun lalu tidak ada lompatan kasus," tambahnya.

Ahyani menyebutkan bahwa saat ini Dinkes Kota Bandung sudah mengimbau Puskesmas supaya mengecek jentik-jentik di setiap rumahnya.

"Makanya kita sudah mulai mengingatkan Puskesmas agar kader-kader jumantik apakah ada jentik-jentik di rumahnya. Kalau sudah ada yg positif (DBD), kemudian ada potensi penyebaran kita juga sudah mulai ada yang fogging," jelasnya.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Bolehkah Diberikan untuk Pasien TBC?

Selain itu, Ahyani mengungkapkan bahwa yang tidak boleh dilupakan adalah penyakit TBC (Tuberkulosis). Dengan itu pihaknya selalu mengingatkan adanya penyakit TBC.

"Kemudian kita juga tidak boleh melupakan TBC. Kemarin kita juga ingatkan, karena kita terus fokus ke penanganan covid, jadi TBC lupa," kata Ahyani.

Ia mengungkapkan bahwa penanganan TBC di Indonesia memiliki tantangan yang luar biasa.

"Kalau TBC kan kita punya tantangan kalau di Indonesia untuk menangani TBC ini," tutupnya. [*]

Baca Juga: Buah Ini Obat Kolesterol Jahat, HIV, hingga TBC, Herbal Asli Indonesia!

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X