Durian Runtuh bagi Pemulihan Ekonomi Jawa Barat

- Senin, 4 Oktober 2021 | 18:46 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Dok Humas Pemprov Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Dok Humas Pemprov Jabar)

KPED diisi perwakilan dunia usaha, pemerintah, akademisi, dan komunitas/masyarakat. KPED Jabar menjadi satu-satunya lembaga kolaboratif di Indonesia dalam menangani masalah dampak pandemi Covid-19 di daerah.

Pada laporan tersebut disampaikan bahwa dalam melakukan penanganan KPED menggunakan paradigm Triple P (Penyelamatan-Pemulihan-Penormalan).

KPED menyampaikan usulan kebijakan dan program kepada Pemerintah yang besifat Proteksi, Afirmatif, dan Insentif.

Ipong menyampaikan bahwa selama satu tahun bekerja KPED telah menerima 308 aspirasi, menyinkronisasi 61 program, 49 pelaksanaan program quick yield, dan menyampaikan 11 usulan kebijakan dan 39 usulan program.

Yayan Satyana dari Divisi Kajian Ekonomi menyampaikan bahwa secara makro kondisi Ekonomi Jawa Barat sudah dianggap pulih secara teknis.

Namun demikian, kinerja Indikator Mikro KPED menunjukkan sebaliknya. Hal ini karena distribusi pertumbuhan selama Triwulan II masih terpusat pada wilayah dengan skala industri ekspor dan perdagangan internasional.

Berdasarkan kajian tersebut, Tim KPED menyatakan, kondisi pemulihan ekonomi di Jawa Barat masih memerlukan penyelamatan (P1) walaupun ada beberapa sektor yang sudah normal (P3) dan mengalami pemulihan (P2).

Dari indikator Ekonomi Makro Pengeluaran menunjukkan bahwa Gross Fixed Capital Formation: 2021q2 = 7.2%→Q3→Q4, itu artinya saatnya sekarang semua pihak untuk fokus pada perbaikan sektor-sektor riil.

Aspirasi Dunia Usaha Jabar

Sejumlah perwakilan dunia usaha yang berasal dari tujuh divisi dari KPED menyampaikan aspirasinya.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sah! Kota Bandung Deklarasi Jadi Kota Angklung

Sabtu, 21 Mei 2022 | 14:30 WIB
X